SOLOBALAPAN.COM - Warna hitam kerap identik dengan kesan misterius, menyeramkan, bahkan horor.
Tak heran, banyak orang langsung menyebut semua gaya berpakaian bernuansa gelap sebagai gothic.
Padahal, dunia fashion memiliki beragam aliran dark aesthetic dengan ciri khas, sejarah, dan filosofi yang berbeda-beda.
Mulai dari gaya yang terinspirasi era Victoria, budaya punk, hingga estetika vampir dan penyihir modern, setiap aliran menawarkan cara tersendiri dalam mengekspresikan karakter pemakainya.
Baca Juga: On This Day: 10 Kejadian Penting Di Tanggal 7 Agustus, Hari Lahir Kota Padang Hingga Berdirinya AJI\
1. Gothic
Gaya klasik yang identik dengan pakaian serba hitam, renda, beludru, sepatu boots, aksesori salib, serta riasan wajah dramatis. Terinspirasi dari budaya gothic, sastra romantik gelap, dan musik gothic rock.
2. Victorian Gothic
Menggabungkan kemewahan busana era Victoria dengan sentuhan gothic. Ciri khasnya berupa gaun panjang, korset, payung renda, sarung tangan, hingga aksesori bergaya klasik.
3. Gothic Lolita
Berasal dari Jepang dan memadukan gaya Lolita dengan nuansa gothic. Didominasi rok mengembang, renda, pita, boneka, serta warna hitam, ungu tua, atau merah marun.
4. Punk Gothic
Perpaduan antara budaya punk dan gothic. Jaket kulit, rantai, fishnet, sepatu combat boots, hingga aksesori logam menjadi elemen yang paling menonjol.
5. Nu Goth
Versi modern dari gaya gothic yang populer di media sosial. Tampil lebih sederhana dengan pakaian hitam minimalis, choker, platform boots, dan riasan mata yang tegas.
6. Vampirecore
Terinspirasi dari karakter vampir dalam film dan novel. Gaya ini identik dengan kemeja berenda, beludru, brokat, jubah, serta perpaduan warna hitam dan merah gelap.
Baca Juga: Paruh Kedua MotoGP 2026 Dimulai! Ai Ogura Siap Goyang Dominasi Jorge Martin dan Marc Marquez
7. Witchcore
Mengambil inspirasi dari citra penyihir modern. Banyak menggunakan topi lebar, gaun panjang, motif bulan dan bintang, kristal, tanaman herbal, serta nuansa alam yang dipadukan dengan warna gelap.
8. Dark Academia
Mengusung suasana akademik klasik khas Eropa. Blazer, turtleneck, rok lipit, celana bahan, buku-buku tua, dan perpustakaan menjadi identitas visual gaya ini.
9. Emo
Lahir dari budaya musik emo. Ciri khasnya berupa pakaian hitam, kaus band, skinny jeans, rambut berponi, dan eyeliner hitam yang kuat.
10. Visual Kei
Berasal dari Jepang dan dipopulerkan oleh band-band rock. Memadukan unsur gothic, glam rock, punk, hingga kostum teatrikal dengan riasan wajah yang mencolok.
Baca Juga: Caitlin Halderman Jadi Jurnalis Investigasi di Jakarta Undercover, Rela Riset hingga Beli Dua Buku
Meski sama-sama didominasi warna gelap, sepuluh gaya tersebut memiliki identitas yang berbeda. Ada yang lahir dari perkembangan musik, ada yang terinspirasi sejarah, sastra, hingga budaya pop Jepang. Karena itu, menyebut semua gaya berpakaian serba hitam sebagai gothic sebenarnya kurang tepat.
Pada akhirnya, fashion bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menjadi cara seseorang mengekspresikan kepribadian, minat, dan identitasnya.
Di balik tampilannya yang terkesan "seram", berbagai aliran dark aesthetic justru menunjukkan bahwa warna gelap pun bisa tampil artistik, elegan, dan penuh karakter. (Rastri Rafiarum)
Editor : Ferry Ardi Susanto