Tas Zaman Dulu yang Kini Jadi Rebutan, Model Y2K Justru Jadi Fashion Item Favorit

Adi Pras • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 11:42 WIB
Tren tas vintage Y2K. (Tiktok nonapetite)
Tren tas vintage Y2K. (Tiktok nonapetite)

SOLOBALAPAN.COM - Pernah melihat tas lawas milik ibu atau nenek yang sudah lama tersimpan di lemari? Siapa sangka, model tas yang sempat dianggap ketinggalan zaman itu kini justru kembali menjadi incaran banyak orang.

Berkat tren Y2K yang kembali populer, berbagai model tas era 2000-an kembali menghiasi etalase toko hingga lini masa media sosial.Tren Y2K mengusung gaya khas akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Tak hanya pakaian, aksesori seperti tas juga ikut mengalami kebangkitan. Desain yang sederhana, warna-warna cerah, bahan mengilap, hingga siluet mungil menjadi ciri khas yang kembali digemari, terutama oleh kalangan Gen Z dan pencinta fashion vintage.

Baca Juga: Siapa Mpok Caca? Sosok di Balik Suara Teguran Lampu Merah yang Viral

Salah satu model yang paling banyak diburu adalah shoulder bag. Tas dengan tali pendek yang dikenakan di bahu ini menjadi ikon fashion pada masanya.

Kini, shoulder bag hadir kembali dalam berbagai warna dan material, mulai dari kulit sintetis hingga bahan mengilap yang identik dengan estetika Y2K.

Selain shoulder bag, baguette bag juga kembali mencuri perhatian. Tas berbentuk memanjang dengan ukuran yang ringkas ini pernah menjadi aksesori favorit pada awal 2000-an.

Baca Juga: Dari Primbon ke Layar Ponsel, Mengapa Weton Tetap Bertahan?

Meski ukurannya kecil, desainnya yang klasik membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, baik kasual maupun semi formal.

Model lain yang tak kalah populer adalah hobo bag. Tas berbentuk melengkung dengan kesan santai ini kembali hadir dengan sentuhan desain modern.

Kapasitasnya yang lebih besar membuatnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional untuk digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Marc Klok Siap Habis-habisan Bawa Timnas Indonesia Tumbangkan Singapura demi Semifinal Piala AFF 2026

Tak sedikit pula penggemar fashion yang sengaja berburu tas-tas lawas di toko thrift maupun platform jual beli barang preloved.

Selain harganya yang relatif lebih terjangkau, banyak model lama yang dianggap memiliki karakter unik dan sulit ditemukan pada koleksi terbaru.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tren fashion selalu berputar. Barang yang sempat terlupakan bisa kembali menjadi primadona ketika gaya tertentu kembali diminati.

Baca Juga: Caitlin Halderman Jadi Jurnalis Investigasi di Jakarta Undercover, Rela Riset hingga Beli Dua Buku

Bagi sebagian orang, menggunakan tas lawas bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga cara menampilkan gaya yang lebih personal sekaligus memberi kehidupan baru pada produk yang masih layak pakai.

Kembalinya popularitas tas era 2000-an juga memperlihatkan bagaimana nostalgia dan tren dapat berjalan beriringan.

Model yang dulu memenuhi lemari kini kembali tampil sebagai fashion item favorit, membuktikan bahwa gaya klasik selalu punya kesempatan untuk bersinar kembali. (Anmer Jilvandis) 

Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber
tas Y2K lawas tren fashion