SOLOBALAPAN.COM - Pernah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memilih menu makanan, menentukan destinasi liburan, atau membandingkan satu produk dengan puluhan pilihan lainnya?
Alih-alih membuat keputusan lebih mudah, banyaknya pilihan justru sering kali membuat kita semakin ragu untuk menentukan pilihan.
Baca Juga: Angin Segar Bagi Honorer, Kemendagri Kaji Penggunaan DAU untuk Bayar Gaji PPPK Daerah
Kondisi tersebut dikenal sebagai Fear of Better Options (FOBO). Dikutip dari penelitian berjudul “Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Teks Berita FOBO, Fenomena Baru Penyebab Kecemasan Berlebih di Kalangan Gen Z", FOBO merupakan kondisi ketika seseorang merasa cemas karena takut mengambil keputusan yang kurang tepat di tengah banyaknya pilihan.
Berbeda dengan Fear of Missing Out (FOMO) yang berkaitan dengan rasa takut tertinggal tren, FOBO lebih mengarah pada keraguan saat menentukan pilihan.
Baca Juga: Bukan Lagi Matcha? Rasa Ube Kian Curi Perhatian di Tengah Tren Minuman Kekinian
Seseorang yang mengalami FOBO cenderung terus mencari informasi, membandingkan kelebihan dan kekurangan setiap alternatif, bahkan menunda keputusan karena khawatir masih ada pilihan lain yang lebih baik.
Sekilas, mempertimbangkan banyak pilihan memang terdengar sebagai langkah yang bijak. Namun, ketika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan tersebut justru dapat menguras waktu dan energi.
Baca Juga: Kebiasaan Ini Bikin Pemakaian Skincare Tak Maksimal
Fenomena ini semakin terasa di era digital. Hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel, seseorang dapat menemukan ratusan ulasan, rekomendasi, hingga perbandingan produk atau layanan.
Alih-alih mempermudah, banyaknya informasi justru membuat proses menentukan pilihan menjadi semakin rumit.
Baca Juga: Syahrini Umumkan Rilis Single Terbaru 'Kau yang Utama' pada 7 Agustus 2026: Aku Kembali!
Agar tidak terjebak dalam FOBO, seseorang dapat mulai dengan menetapkan prioritas sesuai kebutuhan, membatasi jumlah pilihan yang akan dibandingkan, serta menentukan batas waktu dalam mengambil keputusan.
Pada akhirnya, memiliki banyak pilihan memang menjadi keuntungan di era modern. Namun, jika terus terpaku mencari opsi yang dianggap terbaik, seseorang justru berisiko kehilangan waktu, kesempatan, bahkan ketenangan pikiran.
Editor : Adi Pras
Sumber : Berbagai Sumber