SOLOBALAPAN.COM - Percakapan melalui aplikasi pesan instan kini tidak lagi sekadar soal mengirim dan membalas chat.
Seiring berkembangnya media sosial, muncul berbagai istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan seseorang saat berkomunikasi secara digital.
Mulai dari rata kanan, dry text, hingga left on read, istilah-istilah ini semakin akrab di telinga pengguna internet, terutama kalangan Gen Z.
Istilah-istilah tersebut bukan hanya menjadi bahasa gaul di media sosial, tetapi juga sering digunakan untuk menggambarkan karakter seseorang saat membalas pesan maupun dinamika sebuah hubungan.
Baca Juga: Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Ungkap Kelahiran Sang Buah Hati
1. Rata Kanan
Istilah rata kanan merujuk pada tampilan chat yang didominasi gelembung pesan milik diri sendiri di sisi kanan layar.
Biasanya digunakan ketika seseorang merasa dirinya selalu lebih aktif memulai percakapan, mengirim pesan lebih dulu, atau terus berusaha menjaga komunikasi tetap berjalan.
Di media sosial, istilah ini sering dipakai sebagai candaan untuk menggambarkan perjuangan mempertahankan hubungan yang terasa tidak seimbang.
2. Rata Kiri
Kebalikan dari rata kanan, rata kiri menggambarkan kondisi ketika gelembung chat di sisi kiri lebih mendominasi karena lawan bicara lebih aktif mengirim pesan.
Istilah ini juga sering dipakai untuk menyebut seseorang yang sedang menikmati perhatian lebih dari orang lain.
Meski terdengar sederhana, rata kiri kerap dijadikan simbol komunikasi yang dianggap lebih seimbang atau bahkan lebih diharapkan oleh sebagian orang.
Baca Juga: Gen Z Hidupkan Kembali Gaya 90-an, Nostalgia yang Menjadi Tren Fashion
3. Dry Text
Dry text adalah balasan pesan yang singkat, datar, dan minim respons sehingga membuat percakapan terasa kurang hidup.
Contohnya seperti hanya membalas "iya", "oke", "sip", atau "wkwk" tanpa memberikan respons lanjutan. Karena itu, seseorang yang sering memberikan balasan seperti ini kerap disebut sebagai dry texter.
4. Long Text
Berbeda dengan dry text, long text merupakan pesan yang berisi penjelasan panjang atau curahan hati.
Long text biasanya dikirim ketika seseorang ingin menyampaikan perasaan, meminta maaf, menjelaskan suatu masalah, atau mengungkapkan sesuatu secara lebih mendalam. Tak jarang, pesan seperti ini menjadi momen penting dalam sebuah hubungan atau pertemanan.
5. Yap Text
Yap text adalah istilah untuk pesan yang sangat panjang karena pengirim terus bercerita mengenai satu atau beberapa topik tanpa henti.
Orang yang gemar mengirim pesan seperti ini sering dijuluki yapper. Meski terkadang dianggap cerewet, banyak orang justru menganggap yap text sebagai tanda bahwa seseorang merasa nyaman dan antusias saat berbicara dengan lawan chat-nya.
6. Drunk Text
Drunk text digunakan untuk menggambarkan pesan yang dikirim secara spontan karena dorongan emosi.
Dalam budaya internet, istilah ini sering dikaitkan dengan chat yang berisi ungkapan perasaan, kerinduan, penyesalan, atau hal-hal yang biasanya sulit diungkapkan secara langsung.
Kini, istilah tersebut juga kerap digunakan secara kiasan untuk menyebut pesan yang dikirim tanpa banyak berpikir terlebih dahulu.
Baca Juga: Fakta Unik Sepur Kluthuk Jaladara, Masih Menggunakan Kayu Jati Tua sebagai Bahan Bakar
7. Double Text
Double text adalah kondisi ketika seseorang mengirim pesan kedua sebelum pesan pertama mendapatkan balasan.
Ada yang menganggapnya sebagai bentuk antusiasme atau kepedulian, tetapi ada pula yang menilai kebiasaan ini menunjukkan rasa tidak sabar.
Meski begitu, double text kini menjadi istilah yang sangat umum digunakan dalam percakapan di media sosial.
8. Ghosting
Istilah ghosting merujuk pada seseorang yang tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa memberikan penjelasan.
Pesan tidak lagi dibalas, panggilan diabaikan, dan komunikasi seolah terputus begitu saja. Fenomena ini paling sering dikaitkan dengan hubungan asmara, tetapi juga bisa terjadi dalam hubungan pertemanan maupun pekerjaan.
9. Slow Reply
Slow reply menggambarkan kebiasaan membalas pesan dengan jeda waktu yang cukup lama.
Alasannya bisa beragam, mulai dari kesibukan, lupa membalas, hingga memang sengaja tidak ingin segera merespons. Di media sosial, istilah ini sering menjadi bahan candaan sekaligus sumber kesalahpahaman dalam sebuah percakapan.
10. Left on Read
Left on read berarti pesan sudah dibaca oleh penerima, tetapi tidak mendapatkan balasan.
Kondisi ini sering membuat pengirim bertanya-tanya mengenai alasan di balik tidak adanya respons.
Meski demikian, tidak semua left on read berarti seseorang sengaja mengabaikan pesan, karena bisa saja ia belum sempat atau belum tahu harus membalas seperti apa.
Kemunculan berbagai istilah tersebut menunjukkan bahwa bahasa terus berkembang mengikuti cara masyarakat berkomunikasi di era digital.
Apa yang dahulu hanya berupa kebiasaan saat berkirim pesan, kini berubah menjadi kosakata baru yang mudah dipahami oleh banyak orang. Tak heran, istilah-istilah ini semakin sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan menjadi bagian dari budaya komunikasi generasi muda. (rastri rafiarum)
Editor : Ferry Ardi Susanto