SOLOBALAPAN.COM, SOLO — Kalimat "In this economy" belakangan kian marak wira-wiri di linimasa media sosial.
Ungkapan berbahasa Inggris yang secara harfiah berarti "dalam kondisi ekonomi seperti ini" tersebut kini telah bergeser menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z).
Frasa ini kerap terlontar sebagai reaksi spontan saat mengomentari lonjakan harga barang, kebiasaan belanja yang dinilai konsumtif, hingga bentuk keprihatinan atas keputusan finansial seseorang yang dianggap impulsif.
Dari Meme Internet Menuju Bahasa Percakapan Sehari-hari
Awalnya, frasa ini menjamur dalam bentuk unggahan meme dan video pendek di platform digital seperti TikTok, Instagram, dan X.
Warganet kerap memanfaatkannya sebagai bentuk sindiran halus penuh humor saat melihat seseorang membeli barang-barang mewah, berlibur, atau membelanjakan uang dalam jumlah besar di tengah melambungnya biaya hidup.
Seiring berjalannya waktu, ungkapan ini tidak lagi sekadar lelucon internet.
Kalimat "In this economy" kini bertransformasi menjadi simbol kewaspadaan dan kehati-hatian anak muda dalam mengelola keuangan pribadi—khususnya bagi para mahasiswa dan first-jobber yang baru menata karier.
Representasi Pola Pikir Finansial: Bagi Gen Z, menyisipkan kalimat ini menjadi cara paling simpel untuk menyampaikan bahwa setiap keputusan pengeluaran kini butuh pertimbangan matang.
Kalimat ini kerap muncul ketika seseorang memilih mundur dari niat belanja impulsif, berburu promo/diskon, atau beralih ke alternatif produk yang lebih terjangkau.
Suara Mahasiswa Solo: Candaan Ringan Pembungkus Keresahan
Popularitas istilah ini juga terasa kuat di Kota Surakarta. Raka Pratama, seorang mahasiswa di Kota Solo, mengaku kerap melontarkan kalimat "In this economy" saat nongkrong bersama rekan-rekannya.
Tanggapan Raka Pratama (Mahasiswa Solo): "Kalau lihat harga kopi atau sepatu yang mahal, biasanya langsung bercanda, 'In this economy?'. Maksudnya bukan benar-benar mengeluh, tapi lebih menyindir kondisi sekarang yang membuat kita harus lebih hemat," tuturnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Alya Putri, mahasiswa yang pertama kali mengenal istilah ini melalui konten TikTok. Menurutnya, frasa tersebut menjadi representasi pergeseran pola pikir anak muda yang kini lebih sadar finansial.
Tanggapan Alya Putri: "Awalnya lihat konten kreator luar negeri sering ngomong begitu. Lama-lama teman-teman juga ikut pakai. Sekarang kalau ada yang belanja barang mahal atau ngajak liburan mendadak, pasti ada saja yang bilang 'In this economy'... Sekarang jadi lebih sering membandingkan harga, memanfaatkan promo, dan beli yang benar-benar butuh saja," ungkapnya.
Pandangan Pengamat & Ekonom: Sinyal Meningkatnya Literasi Finansial
Dari sudut pandang media digital, cepatnya adopsi istilah ini membuktikan betapa masifnya pengaruh budaya internet global dalam membentuk kosakata baru lintas negara.
Humor digital berhasil diolah menjadi wadah penyampaian keresahan sosial yang ringan dan relatable.
Sementara itu, dari kacamata ekonomi, fenomena ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran finansial (financial awareness) di kalangan generasi muda.
Di tengah tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok dan ketidakpastian ekonomi, Gen Z dinilai kian selektif, kritis, dan rasional dalam membelanjakan uang mereka.
Tabel Pemetaan Fenomena & Makna Frasa 'In This Economy'
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai asal-usul, fungsi sosial, serta dampaknya terhadap perilaku konsumsi generasi muda secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Fenomena | Detail Informasi & Catatan Analisis |
| Arti Harfiah / Konteks | "Dalam kondisi ekonomi seperti ini" (Bahasa Inggris) |
| Platform Penyebaran | TikTok, Instagram, X (Twitter), dan meme digital |
| Target Pengguna Utama | Generasi Z, Mahasiswa, dan First-jobber |
| Fungsi Sosial & Psikologis | Alat penyampaian keresahan biaya hidup lewat nada humor/sindiran |
| Dampak Perilaku Finansial | Mendorong kebiasaan membandingkan harga, promo hunting, dan menahan belanja impulsif |
| Katalisator Utama | Penetrasi konten global & peningkatan kesadaran literasi keuangan |
Meski diawali sebagai candaan internet, kalimat "In this economy" membuktikan bahwa bahasa media sosial terus berkembang dinamis seiring konteks zaman—mencerminkan potret generasi yang semakin bijak dan tanggap dalam merespons realitas ekonomi di sekitarnya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo