Sering Pakai Kata Coffeeholic hingga Matchaholic? Ini Asal-usul Sufiks '-holic' yang Viral di Medsos

Rahma Azra Calista • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 22:49 WIB
Ilustrasi penggunaan istilah berunsur "-holic" yang kian populer di media sosial untuk menggambarkan kegemaran terhadap suatu hal. (AI Generated)
Ilustrasi penggunaan istilah berunsur "-holic" yang kian populer di media sosial untuk menggambarkan kegemaran terhadap suatu hal. (AI Generated)

SOLOBALAPAN, BAHASA & LIFESTYLE — Istilah-istilah unik berakhiran "-holic" kini makin akrab berseliweran di linimasa media sosial. Mulai dari coffeeholic bagi penikmat kopi, drakorholic untuk pencinta drama Korea, hingga matchaholic, bookaholic, travelholic, dan skincareholic.

Penambahan unsur bahasa asing tersebut secara spontan dipahami masyarakat sebagai gambaran seseorang yang sangat menyukai atau menggemari sesuatu.

Meski bukan merupakan unsur pembentuk kata asli dalam bahasa Indonesia, fenomena ini diterima secara luas dan menjadi bagian dari gaya berkomunikasi masyarakat urban modern.

Pergeseran Makna dari Istilah Medis ke Bahasa Pergaulan

Jika ditelusuri dari aspek linguistik, menurut Merriam-Webster Dictionary, unsur kata -holic sebenarnya berkembang dari kata alcoholic (kondisi kecanduan alkohol).

Seiring berjalannya waktu, penggunaannya mengalami perluasan makna (generalisasi) hingga melahirkan ragam ungkapan baru seperti workaholic (gila kerja) dan chocoholic (pencinta cokelat).

Kini, penggunaan sufiks -holic dalam percakapan sehari-hari tidak lagi selalu merujuk pada kondisi kecanduan dalam pengertian medis yang serius.

Kata ini telah bergeser menjadi bentuk hiperbola positif untuk menggambarkan kegemaran atau ketertarikan yang sangat besar terhadap suatu objek maupun aktivitas tertentu.

Pergeseran Makna Sufiks '-holic': Unsur kata -holic kini tidak lagi selalu berkaitan dengan kondisi kecanduan secara medis. Dalam bahasa pergaulan dan media sosial, akhiran ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan tingkat ketertarikan, kegemaran, atau kecintaan yang sangat besar terhadap suatu objek atau gaya hidup.

Tabel Perbandingan dan Contoh Penggunaan Istilah Berakhiran '-holic'

Guna memberikan pemetaan mengenai ragam istilah berakhiran -holic yang populer di tengah masyarakat secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Istilah Populer Kata Dasar & Asal Makna Penggunaan Populer Konteks & Tren Media Sosial
Alcoholic Alcohol (Istilah Medis) Ketergantungan pada alkohol Asal mula pembentukan akhiran -holic.
Workaholic / Shopaholic Work / Shop Gila kerja / Hobi belanja berlebih Istilah klasik populer di dunia profesional & komersial.
Coffeeholic / Matchaholic Coffee / Matcha Penikmat berat minuman kopi atau matcha Tren konten food & beverage (F&B) di media sosial.
Drakorholic / Bookaholic Drama Korea / Book Gemar menonton drakor / Hobi membaca Komunitas hobi, hiburan, serta literasi digital.
Skincareholic / Travelholic Skincare / Travel Penggemar perawatan kulit / Hobi pelesiran Tren gaya hidup, perawatan diri, dan traveling.

Kreativitas Gen Z dan Dinamika Bahasa yang Terus Merekah

Fenomena pergeseran bahasa ini juga pernah dikaji dalam penelitian bertajuk "Penggunaan Istilah Berakhiran -holic dalam Konten TikTok Gen Z Indonesia".

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa Generasi Z sangat fleksibel memadukan unsur bahasa Inggris -holic dengan kata-kata populer harian lokal demi melahirkan ungkapan yang catchy, komunikatif, dan cepat tular di ruang digital.

Kehadiran istilah-istilah baru ini membuktikan bahwa bahasa bersifat dinamis dan terus beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi penuturnya.

Satu kata baru yang awalnya hanya muncul dalam satu unggahan di TikTok, Instagram, atau X, dapat secara cepat diadopsi oleh ribuan pengguna hingga perlahan terserap dalam percakapan santai di kampus, tempat kerja, maupun pergaulan harian.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
holic bahasa gaul kreativitas bahasa media sosial Gen Z