SOLOBALAPAN.COM – Beberapa tahun lalu, mungkin terasa aneh melihat orang dewasa mengantre di depan mesin claw machine atau sibuk memilih blind box. Kini, pemandangan seperti itu justru semakin biasa.
Tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu menyusun puzzle, mewarnai buku gambar, atau membeli mainan yang dulu hanya mereka lihat saat masih kecil.
Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut bukan sekadar mengikuti tren. Setelah seharian bekerja, kuliah, atau berkutat dengan berbagai urusan, bermain menjadi cara sederhana untuk mengistirahatkan pikiran.
Baca Juga: Tarot Kian Digemari, Mengapa Semakin Banyak Orang Mencoba?
Tidak perlu pergi jauh atau mengeluarkan banyak tenaga, cukup duduk, fokus pada permainan, lalu menikmati momen tanpa memikirkan pekerjaan yang belum selesai.
Kebiasaan orang dewasa kembali menikmati permainan atau hobi masa kecil dikenal dengan istilah kidulting.
Fenomena ini menggambarkan bagaimana orang dewasa tetap menikmati hal-hal yang identik dengan dunia anak-anak, mulai dari permainan, benda koleksi, hingga kegiatan kreatif seperti mewarnai atau merakit puzzle.
Baca Juga: Dulu Sering Saling Sapa, Kini Budaya Guyub Mulai Pudar: Ini Penyebabnya
Jika dulu bermain sering dianggap sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan ketika seseorang beranjak dewasa, anggapan itu perlahan berubah. Kini, semakin banyak orang yang tidak lagi merasa canggung menikmati hobi masa kecil.
Hal tersebut terlihat dari ramainya mesin claw machine di pusat perbelanjaan, toko mainan yang dipenuhi pembeli dewasa, hingga semakin banyaknya gerai koleksi yang menyasar kalangan anak muda.
Bagi sebagian orang, kidulting memang menghadirkan rasa nostalgia. Namun, bukan berarti mereka ingin kembali menjadi anak-anak. Bermain justru menjadi jeda dari rutinitas yang padat.
Baca Juga: Pasar Flamboyan Hadirkan Pasar Kreatif dengan Ragam Aktivitas di Solo
Saat perhatian tertuju pada puzzle yang sedang disusun atau boneka yang ingin diambil dari mesin claw machine, pikiran seolah diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa cara memandang kedewasaan mulai berubah. Menjadi dewasa tidak lagi diukur dari seberapa jauh seseorang meninggalkan hobi masa kecil, melainkan dari bagaimana ia tetap menjalankan tanggung jawabnya.
Selama tidak mengganggu pekerjaan, kewajiban, atau kondisi keuangan, menikmati permainan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang memalukan.
Baca Juga: Jebakan Kata 'Nanti Aja': Mengapa Kita Sering Menunda Tugas Kecil Hingga Menumpuk?
Mungkin itulah mengapa kidulting semakin mudah ditemui. Di tengah ritme hidup yang serba cepat, banyak orang ternyata tidak sedang mencari hiburan yang mewah.
Mereka hanya ingin berhenti sejenak, lalu menemukan kembali rasa senang dari hal-hal sederhana yang pernah mereka sukai.
Editor : Adi Pras