SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini, istilah Main Character Energy semakin sering muncul di media sosial. Mulai dari video a day in my life, menikmati secangkir kopi sendirian di kafe, berjalan sore sambil mendengarkan musik, hingga mencoba hobi baru, semuanya kerap dikaitkan dengan tren ini.
Bagi sebagian anak muda, Main Character Energy bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral, melainkan cara untuk lebih menikmati hidup dan menghargai setiap proses yang dijalani.
Meningkatnya tren tersebut tidak lepas dari peran media sosial dalam kehidupan Generasi Z. Penelitian berjudul “Pengaruh Media Sosial terhadap Konstruksi Identitas Diri Generasi Z di Era Digital: Studi Fenomenologi” menjelaskan bahwa media sosial telah menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun identitas diri, mengekspresikan siapa mereka, sekaligus mengeksplorasi jati dirinya melalui berbagai konten digital.
Baca Juga: 6 Tempat Makan Ikonik di Kampus UNS yang Jadi Favorit Mahasiswa
Hal inilah yang kemudian melahirkan berbagai tren yang berkaitan dengan pengembangan diri, termasuk Main Character Energy.
Sekilas, tren ini memang identik dengan konten yang estetik. Namun, jika dipahami lebih jauh, Main Character Energy mengajak seseorang untuk lebih hadir dalam kehidupannya sendiri.
Aktivitas sederhana, seperti membaca buku, berolahraga, berjalan sendirian, atau menikmati waktu tanpa harus selalu ditemani orang lain, dipandang sebagai momen yang layak dinikmati.
Baca Juga: Di Balik Tren Digicam, Anak Muda Menikmati Cara Baru Mengabadikan Momen
Alih-alih sibuk membandingkan diri dengan orang lain, tren ini mendorong seseorang untuk lebih fokus pada perjalanan dan perkembangan dirinya sendiri.
Di balik sisi positifnya, media sosial tetap memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memandang dirinya. Penelitian berjudul “Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas Sosial Gen Z di Aplikasi TikTok dan Instagram” menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana bagi Generasi Z untuk membangun identitas sosial dan mengekspresikan diri.
Namun, penelitian tersebut juga mengingatkan bahwa interaksi di media sosial dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap dirinya, terutama ketika penilaian orang lain dijadikan tolok ukur.
Baca Juga: Nail Art Jadi Tren Baru, Kuku sebagai Media Ekspresi Diri
Karena itu, Main Character Energy sebaiknya tidak dimaknai sebagai keharusan untuk membuat hidup terlihat sempurna atau selalu estetik demi media sosial.
Esensi dari tren ini justru terletak pada keberanian untuk lebih mengenal diri sendiri, menikmati proses, dan menjalani kehidupan sesuai dengan nilai yang diyakini.
Menjadi tokoh utama dalam hidup bukan berarti merasa lebih penting daripada orang lain, tetapi menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjalanan yang berbeda.
Baca Juga: Di Tengah Budaya Ngopi, Matcha Mulai Jadi Pilihan
Pada akhirnya, popularitas Main Character Energy menunjukkan adanya perubahan cara pandang Generasi Z terhadap kehidupan.
Jika dulu media sosial identik dengan pencarian validasi, kini sebagian anak muda mulai memanfaatkannya sebagai ruang untuk mendokumentasikan proses bertumbuh.
Selama dipahami secara bijak, tren ini dapat menjadi pengingat bahwa menghargai diri sendiri dan menikmati setiap langkah kecil dalam hidup merupakan bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri kita.
Editor : Adi Pras