Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Intimate Wedding, Gaya Pernikahan yang Kini Diminati Gen Z

Rastri Rafiarum • Selasa, 14 Juli 2026 | 06:10 WIB
Ilustrasi make-up artist dalam sebuah wedding expo di Kota Solo, belum lama ini. (M Ihsan/Radar Solo)
Ilustrasi make-up artist dalam sebuah wedding expo di Kota Solo, belum lama ini. (M Ihsan/Radar Solo)

SOLOBALAPAN.COM - Saat ini banyak calon pengantin yang mengidamkan busana pernikahan sederhana, dekorasi ruangan nan hangat, serta hanya dihadiri tamu undangan terbatas dari keluarga dan sahabat dekat.

Konsep intimate wedding ini yang disukai kalangan Gen Z. Beda dengan pesta pernikahan yang identik dengan kemewahan dan kemegahan, konsep ini menghadirkan suasana yang lebih personal dan akrab. 

Jika dulu, kesuksesan sebuah acara pernikahan diukur dari banyaknya tamu undangan yang hadir, kini sebagian pasangan muda banyak yang mengubah cara pandang mereka.

Bagi mereka, hari pernikahan bukan lagi soal kemegahan, akan tetapi bagaimana momen pernikahan tersebut tetap dikenang dan dinikmati orang-orang yang benar-benar memiliki arti dalam hidup mereka. 

Pergantian cara pandang inilah yang membuat konsep intimate wedding semakin diminati.

Alasan finansial juga menjadi salah satu hal yang mendasari pemilihan konsep pernikahan secara sederhana. Dengan jumlah tamu yang semakin sedikit, anggaran pernikahan dapat dipangkas dan dialokasikan untuk kebutuhan pranikah. Seperti membeli rumah, tabungan, hingga kebutuhan anak.

Di sisi lain, dengan memilih konsep intimate wedding, pasangan calon pengantin dapat merancang konsep sesuai dengan keinginan mereka. Sebab tidak ada pakem khusus dalam konsep ini.

Ada yang tetap melaksanakan pernikahan dengan mematuhi aturan prosesi adat secara penuh, dari ritual hingga keberjalanan acara.

Ada pula yang hanya melaksanakan rangkaian inti. Bukan bermaksud meninggalkan tradisi, melainkan menyesuaikan kebutuhan, nilai, dan kondisi masing-masing pasangan. 

Meski begitu, prosesi pernikahan yang secara penuh menganut sistem adat tidak sepenuhnya ditinggalkan.

Bagi beberapa keluarga besar, khususnya yang masih menjunjung tinggi tradisi, pernikahan yang mengundang banyak tamu undangan tetap memiliki nilai dan makna yang mendalam sebagai ajang silaturahmi dan penghormatan terhadap keluarga dan kerabat. 

Pada akhirnya, tren intimate wedding bukan sekadar tentang mengurangi jumlah tamu undangan.

Lebih dari itu, konsep ini mencerminkan bagaimana sebagian generasi muda mulai mendefinisikan ulang makna sebuah pernikahan bukan lagi sebagai ajang menunjukkan kemeriahan, melainkan perayaan yang benar-benar mencerminkan nilai, karakter, dan perjalanan hidup pasangan yang menjalaninya.

Sebab, bagi mereka, momen yang paling berkesan bukanlah seberapa banyak undangan yang datang, melainkan seberapa bermakna kebersamaan yang tercipta di hari istimewa tersebut. (put/fer)

Editor : Ferry Ardi Susanto
#menikah #Intimate Wedding #Gen Z