Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tren Kerudung Jahat, Gaya Pashmina Viral di Media Sosial

Anmer Jilvandis • Senin, 13 Juli 2026 | 16:27 WIB
Ilustrasi kerudung gaya pashmina. (Ist)
Ilustrasi kerudung gaya pashmina. (Ist)

 

SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh kemunculan istilah baru dalam dunia fashion, yakni "kerudung jahat".

Istilah tersebut merupakan sebutan populer untuk gaya pemakaian hijab pashmina berbahan viscose yang tengah viral dan menjadi salah satu tren fashion di kalangan generasi muda.

Dikutip dari penelitian berjudul "Pola Tren Hijab Generasi Z: Studi Kasus Mahasiswi UIN Sumatera Utara", hijab kini tidak hanya menjadi bagian dari ketaatan beragama.

Tetapi juga berkembang sebagai gaya fashion dengan berbagai model, seperti pashmina, hijab instan, dan khimar.

Baca Juga: 5 Stasiun Kereta Api dengan Arsitektur Paling Memukau di Indonesia

Meski menggunakan kata "jahat", istilah tersebut tidak memiliki makna negatif. Sebutan ini berkembang sebagai bahasa gaul di media sosial untuk menggambarkan gaya pashmina yang dinilai memberikan tampilan lebih elegan dan terlihat menarik hingga akhirnya menjadi nama populer bagi tren hijab ini.

Tren kerudung jahat mulai ramai diperbincangkan melalui unggahan para kreator konten hijab di berbagai platform media sosial.

Beragam video tutorial yang menampilkan cara memakai pashmina dengan lilitan sederhana namun tetap elegan membuat tren ini cepat dikenal luas.

Baca Juga: Book's Kitchen, Ketika Buku dan Masakan Hangat Menjadi Ruang untuk Pulang

Dalam waktu singkat, banyak warganet ikut mencoba gaya tersebut sehingga popularitas kerudung jahat semakin meningkat.

Secara visual, tren kerudung jahat memiliki ciri khas berupa penggunaan pashmina berukuran panjang dengan salah satu sisi yang dibiarkan menjuntai ke belakang atau bahu, sehingga menciptakan kesan flowy dan anggun.

Selain modelnya, bahan viscose juga menjadi daya tarik utama karena memiliki tekstur ringan, lembut, mudah dibentuk, serta nyaman digunakan.

Kombinasi antara gaya pemakaian dan karakter bahan tersebut membuat kerudung jahat mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian dan semakin diminati.

Baca Juga: Menikmati Gurih Manisnya Opor Bebek Pincuk Khas Kranggan Klaten, Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

”Saya memilih menggunakan kerudung jahat karena sesuai dengan proporsi wajah dan bentuk muka saya. Selain itu, modelnya sekarang juga semakin bervariatif dan sedang tren di kalangan anak muda,” ujar Gendis, salah satu pengguna hijab pashmina.

Ia mengaku mulai mengikuti tren tersebut setelah sering melihat unggahan kreator konten hijab di media sosial.

Menurutnya, gaya pashmina tersebut membuat penampilannya lebih percaya diri dan sesuai dengan bentuk wajahnya.

Baca Juga: Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea, Ditemani Suami Dio Novandra Bidik Gelar Juara Bersama Hillstate

Fenomena kerudung jahat menunjukkan bagaimana media sosial mampu memengaruhi perkembangan tren fashion dalam waktu singkat.

Berkat kreativitas para kreator konten dan antusiasme masyarakat, gaya pashmina ini tidak hanya menjadi viral, tetapi juga berkembang menjadi salah satu tren hijab yang banyak diminati di kalangan generasi muda.

Editor : Adi Pras
#pashmina #kerudung jahat #hijab #fashion