Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lelah dengan Tekanan Hidup? Novel 'Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya' Ini Bakal Memeluk Lukamu

tim solobalapan • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:51 WIB
Cover Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (pinterest)
Cover Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (pinterest)
 

SOLOBALAPAN.COM - Ada kalanya manusia merasa begitu lelah menjalani hidup hingga membayangkan menjadi sesuatu yang lebih sederhana terdengar menenangkan. 

Bukan menjadi seseorang yang sukses, hebat, atau dikagumi banyak orang, melainkan sesuatu yang hanya tumbuh, hidup, dan memberi manfaat dengan caranya sendiri. 

Gagasan inilah yang terasa begitu kuat dalam novel Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ.

Judul novel ini terdengar tidak biasa, bahkan sedikit absurd. Mengapa pohon semangka? Mengapa bukan sesuatu yang lebih indah atau lebih megah? Namun justru di sanalah letak kekuatan cerita ini. 

Di balik judul yang unik, tersimpan refleksi mendalam tentang kelelahan menjadi manusia.

Novel ini berpusat pada sosok Lalin, seorang pasien yang menjalani sesi terapi setelah mengalami kekecewaan besar dalam hidupnya. 

Lalin hidup dengan keterbatasan fisik dan harus menggunakan kursi roda. Ia juga mengidap penyakit autoimun yang membuat hidupnya penuh tantangan, baik secara fisik maupun emosional.

Rasa sakit yang ia alami bukan hanya berasal dari tubuhnya, tetapi juga dari cara ia memandang dirinya sendiri. 

Lalin merasa tidak berharga, merasa tertinggal, dan perlahan kehilangan keyakinan bahwa dirinya masih memiliki arti.

Baca Juga: Poppy Nupitasari Siapa? Tantri Kotak Bongkar Modus Penipuan Investasi Sahabat Sendiri, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Dalam sesi terapi, Lalin sempat mengatakan bahwa ia ingin menjadi bunga matahari di kehidupan berikutnya. 

Bunga matahari identik dengan cahaya, kehangatan, dan keindahan. Namun kemudian ia mengubah pilihannya. Ia justru ingin menjadi pohon semangka.

Pilihan itu terdengar sederhana, tetapi sarat makna.

Bagi Lalin, semangka melambangkan sesuatu yang tidak rumit. Ia tumbuh apa adanya, memberi kesegaran, bermanfaat bagi banyak orang, dan tidak dibebani tuntutan untuk selalu tampak sempurna. 

Keinginan menjadi pohon semangka seolah menjadi simbol dari kerinduan akan hidup yang lebih ringan—hidup tanpa tekanan untuk terus memenuhi ekspektasi.

Novel ini tidak menawarkan penyelesaian yang instan. Tidak ada janji bahwa semua luka akan sembuh dengan cepat atau bahwa semua masalah akan berakhir bahagia. 

Sebaliknya, buku ini dengan jujur memperlihatkan bahwa hidup kerap dipenuhi rasa kecewa, penyesalan, dan kenyataan yang tidak selalu bisa diubah.

Justru di situlah pesan utamanya terasa kuat. Penerimaan diri bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan belajar berdamai dengan kenyataan yang tidak sesuai harapan.

Di tengah budaya yang sering menuntut manusia untuk terus berkembang, terus kuat, dan terus produktif, novel ini hadir sebagai pengingat bahwa tidak apa-apa merasa lelah. 

Tidak apa-apa mengakui bahwa ada luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Baca Juga: BOYNEXTDOOR Panaskan Stadion Jamsil, Tampil Meriah dengan Sorakan “VIRAL”

Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya mengajak pembaca untuk melihat diri sendiri dengan lebih lembut. 

Bahwa nilai seseorang tidak semata ditentukan oleh pencapaian, kesempurnaan fisik, atau kemampuan memenuhi ekspektasi orang lain.

Pada akhirnya, mungkin tidak sedikit dari kita yang diam-diam memahami keinginan Lalin. 

Di tengah kerasnya kehidupan, menjadi “pohon semangka” terdengar seperti sebuah kemewahan: hidup dengan sederhana, bertumbuh dengan tenang, dan tetap memberi manfaat tanpa harus menjadi sempurna.(lut)

Artikel ini ditulis oleh Lutfiana Sekar, mahasiswa kampus Politeknik Indonusa Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#membaca buku #seorang wanita yang ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya #review buku