Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Review Buku The Archer: Belajar Makna Kehidupan Lewat Sepasang Busur

tim solobalapan • Selasa, 23 Juni 2026 | 14:38 WIB
Cover buku The Archer karya Paulo Coelho. Source: Pinterest
Cover buku The Archer karya Paulo Coelho. Source: Pinterest

SOLOBALAPAN.COM - Buku The Archer karya penulis Brasil Paulo Coelho yang diterbitkan pada 2020 kembali menjadi perhatian dalam kajian sastra filosofis karena menyajikan refleksi kehidupan melalui metafora seni memanah dalam format cerita alegoris singkat.

Novel ini menampilkan kisah seorang tokoh bernama Tetsuya, seorang mantan pemanah terbaik di negaranya yang memilih meninggalkan ketenaran dan hidup sederhana sebagai pembuat keramik di sebuah desa terpencil.

Kehidupan Tetsuya yang tenang berubah ketika seorang pemanah asing datang dan menantangnya untuk membuktikan kemampuan terbaik dalam seni memanah.

Dalam peristiwa tersebut, Tetsuya menunjukkan bahwa memanah tidak hanya berkaitan dengan teknik, tetapi juga mencerminkan kondisi batin dan keseimbangan jiwa seorang pemanah.

Seorang anak laki-laki dari desa kemudian menyaksikan kejadian itu dan terinspirasi oleh kemampuan Tetsuya, sehingga ia meminta untuk diajarkan ilmu memanah.

Tetsuya kemudian mulai mengajarkan konsep yang disebut sebagai “Jalan Busur”, sebuah pendekatan filosofis yang menghubungkan seni panahan dengan kehidupan manusia.

Dalam ajarannya, Tetsuya menjelaskan bahwa “Sekutu” adalah orang-orang yang berani mengambil risiko dan belajar dari kesalahan, bukan mereka yang hanya mencari keamanan dan menghindari tantangan.

Ia juga menjelaskan bahwa busur melambangkan energi dan keseimbangan hidup, yang harus dijaga agar tidak terlalu tegang maupun terlalu longgar.

Anak panah dalam filosofi ini melambangkan niat dan tujuan hidup yang harus dilepaskan dengan kesadaran setelah melalui proses persiapan yang matang.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pramusim Aston Villa 2026: Tantang Indonesia All Stars Sebelum Hadapi Bayern Munich

Sementara itu, target dipandang sebagai arah kehidupan, bukan sesuatu yang harus dikuasai secara mutlak, melainkan sebagai panduan untuk perjalanan manusia.

Tokoh Tetsuya juga menekankan bahwa proses memanah merupakan bentuk meditasi, di mana ketenangan pikiran dan kesadaran diri menjadi elemen penting dalam setiap gerakan.

The Archer disusun sebagai buku singkat yang dapat dibaca dalam satu kali duduk, dengan fokus pada kumpulan refleksi filosofis dibandingkan alur cerita yang kompleks.

Ilustrasi visual dalam buku ini turut menjadi bagian penting dari edisi cetaknya, dengan gambar cat air yang memperkuat nuansa reflektif dalam setiap halaman.

Karya ini juga menunjukkan pengaruh kuat dari filosofi Zen dan tradisi panahan Jepang atau Kyudo, yang mengutamakan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan tindakan.

Buku ini disebut-sebut sebagai refleksi pribadi Coelho terhadap praktik panahan yang ia tekuni, yang kemudian menjadi dasar bagi metafora kehidupan dalam narasi tersebut.

Pada akhirnya, The Archer menyajikan pandangan bahwa kehidupan dapat dipahami melalui kesederhanaan gerakan, fokus, dan kesadaran diri, dengan panahan sebagai simbol perjalanan manusia. (nta) 

Artikel ini ditulis oleh Iranta, mahasiswa jurusan Seni Tari kampus ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#Paulo Coelho #The Archer #Panahan #buku #novel