Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kisah Redburn Karya Herman Melville, Kritik Sosial Abad ke-19

tim solobalapan • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:15 WIB
Cover buku Redburn karya Herman Melville. Source: Pinterest
Cover buku Redburn karya Herman Melville. Source: Pinterest

SOLOBALAPAN.COM - Novel Redburn: His First Voyage karya penulis Amerika Serikat Herman Melville yang pertama kali diterbitkan pada 1849 kembali menjadi perhatian dalam kajian sastra karena dianggap sebagai salah satu karya transisi penting dalam perkembangan gaya naratif Melville.

Karya ini ditulis dalam periode sulit secara finansial setelah kegagalan novel eksperimental Mardi, sehingga Melville kembali menggunakan pendekatan semi-otobiografi yang lebih realistis dan mudah diakses pembaca.

Cerita berpusat pada Wellingborough Redburn, seorang remaja dari keluarga kelas atas New York yang kehilangan stabilitas hidupnya setelah kematian ayahnya dan memutuskan untuk menjadi pelaut magang di kapal dagang Highlander.

Perjalanan Redburn dimulai dengan pandangan idealis mengenai kehidupan laut yang ia peroleh dari buku panduan lama milik ayahnya, yang kemudian terbukti tidak sesuai dengan kenyataan.

Di atas kapal, Redburn menghadapi perlakuan kasar dari kru berpengalaman, pekerjaan berat, serta lingkungan kerja yang keras tanpa ruang bagi pemula.

Ketika kapal tiba di Liverpool, Inggris, Redburn berharap menemukan kota pelabuhan yang megah dan penuh peluang seperti yang ia bayangkan sebelumnya.

Namun, ia justru menemukan kondisi sosial yang dipenuhi kemiskinan ekstrem, ketimpangan kelas, dan kehidupan di daerah kumuh yang jauh dari gambaran ideal yang ia miliki.

Dalam pengamatannya, Redburn menyaksikan langsung penderitaan masyarakat miskin, termasuk keluarga yang hidup dalam kondisi kelaparan tanpa mendapatkan bantuan dari lingkungan sekitar.

Dalam perjalanan tersebut, Redburn juga bertemu dengan Harry Bolton, seorang pemuda bangsawan Inggris yang mengalami kemerosotan ekonomi dan kesulitan hidup.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: 3 Negara Ini Dipastikan Angkat Koper Lebih Awal Gara-Gara Regulasi Baru FIFA

Persahabatan mereka berkembang di tengah kondisi pelayaran yang semakin berat, termasuk ancaman penyakit yang menyebar di antara para penumpang dan kru kapal.

Tema utama dalam Redburn mencakup hilangnya kepolosan, di mana tokoh utama mengalami perubahan dari remaja naif menjadi individu yang lebih skeptis terhadap dunia.

Novel ini juga menyoroti kritik sosial terhadap kemiskinan dan ketidakpedulian masyarakat urban pada abad ke-19, khususnya di kota pelabuhan seperti Liverpool.

Selain itu, karya ini menampilkan gagasan tentang kegagalan warisan masa lalu, yang digambarkan melalui buku panduan ayah Redburn yang tidak lagi relevan dengan realitas modern.

Karakter Jackson dalam novel ini juga menjadi sorotan karena perannya sebagai figur yang menakutkan dan berpengaruh secara psikologis di atas kapal, serta menjadi prototipe karakter antagonis dalam karya Melville selanjutnya.

Meskipun Melville sendiri pernah meremehkan karya ini sebagai tulisan yang dibuat untuk kebutuhan finansial, Redburn kemudian dipandang sebagai salah satu novel penting yang menggambarkan realitas sosial dan transformasi psikologis secara mendalam. (nta) 

Artikel ini ditulis oleh Iranta, mahasiswa jurusan Seni Tari kampus ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#Kehilangan #Herman Melville #Redburn #Pelaut #novel