Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kisah George Orwell di Perang Spanyol dalam Homage to Catalonia

tim solobalapan • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:49 WIB
Cover buku Homage to Catalonia karya George Orwell. Source: Pinterest
Cover buku Homage to Catalonia karya George Orwell. Source: Pinterest

SOLOBALAPAN.COM - Buku non-fiksi Homage to Catalonia karya penulis Inggris George Orwell kembali dibahas dalam kajian sejarah sastra karena dianggap sebagai salah satu laporan paling jujur mengenai dinamika internal Perang Saudara Spanyol serta titik balik ideologis Orwell terhadap komunisme otoriter.

Diterbitkan pada April 1938, karya ini merupakan catatan langsung pengalaman Orwell di medan perang antara pasukan Republik Spanyol dan kelompok fasis pimpinan Jenderal Francisco Franco.

Awalnya Orwell datang ke Spanyol dengan tujuan sebagai jurnalis. Namun, setibanya di Barcelona, ia justru tergerak untuk bergabung sebagai sukarelawan bersenjata dalam perjuangan melawan fasisme.

Ia bergabung dengan milisi POUM (Partido Obrero de Unificación Marxista), sebuah kelompok sosialis anti-Stalin yang berada di sisi Republik. Keputusan ini membuatnya terlibat langsung dalam konflik politik dan militer yang kompleks.

Dalam catatan awalnya, Orwell menggambarkan Barcelona sebagai kota yang tengah mengalami euforia revolusi. Struktur kelas sosial seolah menghilang, dan masyarakat hidup dengan prinsip kesetaraan yang kuat.

Namun, suasana ideal tersebut tidak bertahan lama. Orwell kemudian dikirim ke garis depan di wilayah Aragon, tempat ia menghadapi realitas perang yang jauh dari romantisme heroik.

Ia menggambarkan kehidupan di parit sebagai kondisi yang penuh kelaparan, dingin ekstrem, kutu, serta minimnya perlengkapan militer. Perang, menurutnya, lebih banyak diwarnai kebosanan dan penderitaan daripada kejayaan.

Orwell juga mengalami peristiwa kritis ketika ia tertembak di bagian leher oleh penembak jitu. Cedera tersebut hampir merenggut nyawanya dan membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Setelah kembali ke Barcelona untuk pemulihan, Orwell menemukan perubahan drastis dalam situasi politik kota tersebut. Konflik internal di kubu Republik mulai pecah akibat campur tangan kekuatan eksternal.

Baca Juga: Lansia 82 Tahun Tewas Tertabrak Pikap di Tirtomoyo Wonogiri, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan

Ia menyaksikan bagaimana milisi POUM yang ia ikuti tiba-tiba dinyatakan ilegal dan dituduh sebagai pengkhianat. Tuduhan tersebut disebarkan oleh faksi yang didukung oleh Uni Soviet di bawah kepemimpinan Stalin.

Banyak rekan seperjuangannya ditangkap secara sepihak, dipenjara, bahkan dieksekusi tanpa proses pengadilan yang jelas. Situasi ini membuat Orwell dan istrinya, Eileen, harus bersembunyi demi menyelamatkan diri.

Kejadian tersebut menjadi titik balik penting dalam pemikiran Orwell. Ia mulai menyadari bagaimana kekuasaan politik dapat digunakan untuk menghancurkan sekutu sendiri melalui propaganda dan teror.

Pengalaman ini juga memperkuat kritiknya terhadap totalitarianisme, terutama dalam bentuk komunisme otoriter yang mengendalikan informasi dan memanipulasi fakta demi kepentingan politik.

Ketika kembali ke Inggris, Orwell terkejut melihat bagaimana media internasional menggambarkan konflik di Spanyol secara tidak akurat. Ia menemukan banyak laporan yang memutarbalikkan fakta dan mendiskreditkan kelompok yang pernah ia bela.

Hal tersebut memperkuat kesadarannya tentang bahaya manipulasi informasi dan propaganda, yang kemudian menjadi tema sentral dalam karya-karya fiksinya di masa depan.

Pada akhirnya, Homage to Catalonia tidak hanya berfungsi sebagai catatan perang, tetapi juga sebagai dokumen politik yang menunjukkan transformasi pemikiran Orwell menuju kritik mendalam terhadap kekuasaan, yang kemudian tercermin dalam Animal Farm dan 1984. (nta) 

Artikel ini ditulis oleh Iranta, mahasiswa jurusan Seni Tari kampus ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#George Orwell #Homage to Catalonia #spanyol #buku #novel