SOLOBALAPAN.COM - Di tengah aktivitas yang semakin bergantung pada teknologi, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar.
Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, hampir semuanya dilakukan melalui telepon genggam atau komputer.
Namun di balik kemudahan tersebut, tidak sedikit yang mulai merasa lelah dengan rutinitas digital yang terus berlangsung setiap hari.
Fenomena ini membuat sebagian masyarakat, khususnya anak muda, mulai mencari cara untuk beristirahat sejenak dari layar.
Salah satunya dengan menghabiskan waktu di ruang terbuka seperti taman kota, area car free day, jalur jogging, maupun ruang publik lainnya.
Pada sore hari, taman-taman kota kini tidak hanya dipenuhi oleh anak-anak dan keluarga.
Mahasiswa, pekerja, hingga komunitas olahraga juga terlihat memanfaatkan ruang terbuka untuk berjalan santai, berlari, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati suasana.
Baca Juga: Sindiran Nyata Pengawasan Digital, Mengapa Anda Harus Membaca Novel 1984?
Aktivitas tersebut belakangan dikenal dengan istilah touch grass. Istilah yang populer di media sosial ini merujuk pada ajakan untuk keluar rumah, menyentuh rumput secara harfiah, dan menikmati kehidupan di luar dunia digital.
Meski awalnya digunakan sebagai candaan di internet, konsep tersebut kini semakin banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian orang, berjalan santai di taman menjadi cara sederhana untuk melepaskan penat setelah berjam-jam menatap layar.
Suasana yang lebih tenang, udara terbuka, dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan menghabiskan waktu di dunia maya.
Selain untuk berolahraga, ruang terbuka juga menjadi tempat berkumpul bersama teman dan keluarga.
Tidak sedikit pengunjung yang datang membawa tikar untuk piknik sederhana atau sekadar mengobrol tanpa gangguan notifikasi yang terus bermunculan dari telepon genggam.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan, kebutuhan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar tetap tidak dapat tergantikan.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, menikmati pepohonan, atau duduk di bawah langit sore menjadi cara untuk menjaga keseimbangan di tengah kehidupan yang semakin digital.
Di berbagai kota, ruang terbuka hijau pun kembali menjadi tempat yang ramai dikunjungi. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai area rekreasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beristirahat sejenak dari padatnya aktivitas dan arus informasi yang tidak pernah berhenti.
Baca Juga: Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Wonogiri Sepanjang 2026
Pada akhirnya, touch grass bukan sekadar tren yang muncul di media sosial.
Lebih dari itu, fenomena ini menunjukkan keinginan banyak orang untuk kembali terhubung dengan lingkungan sekitar dan memberikan waktu bagi diri sendiri di tengah kehidupan yang serba cepat.
Kadang, cara terbaik untuk beristirahat memang bukan dengan melihat layar yang berbeda, melainkan dengan melangkah keluar dan menikmati dunia yang ada di depan mata. (lut)
Editor : Laila Zakiya