Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengapa Novel Animal Farm Karya George Orwell Tetap Relevan hingga Kini?

tim solobalapan • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:14 WIB
Cover novel Animal Farm karya George Orwell. Source: Pinterest.
Cover novel Animal Farm karya George Orwell. Source: Pinterest.

SOLOBALAPAN.COM - Novel alegoris klasik Animal Farm karya penulis Inggris George Orwell kembali menjadi sorotan dalam diskusi sastra politik global. Karya yang pertama kali diterbitkan pada 17 Agustus 1945 ini masih dianggap sebagai salah satu sindiran paling tajam terhadap praktik kekuasaan dan penyimpangan ideologi politik modern.

Buku ini ditulis Orwell sebagai fabel politik yang menggunakan hewan ternak sebagai tokoh utama. Di balik kesederhanaan cerita, ia menyimpan kritik mendalam terhadap dinamika kekuasaan yang terjadi menjelang dan setelah Revolusi Rusia 1917, serta transformasi Uni Soviet di bawah Joseph Stalin.

Cerita berpusat pada sebuah peternakan bernama Manor Farm yang dikelola secara buruk oleh manusia bernama Pak Jones. Kondisi tersebut memicu ketidakpuasan para hewan, yang kemudian mulai membangun kesadaran kolektif akan ketidakadilan yang mereka alami.

Inspirasi perubahan datang dari seekor babi tua bernama Old Major. Ia menyampaikan gagasan tentang kehidupan yang lebih adil bagi seluruh hewan, yang kemudian menjadi dasar ideologi baru bernama Animalisme.

Setelah kematian Old Major, para hewan memberontak dan berhasil mengusir manusia dari peternakan. Mereka kemudian mengganti nama tempat tersebut menjadi Animal Farm dan mulai menjalankan sistem yang mereka yakini lebih setara.

Pada awalnya, kehidupan di Animal Farm tampak ideal. Para hewan menetapkan Tujuh Perintah yang menjamin kesetaraan, dengan prinsip utama bahwa semua hewan memiliki hak yang sama tanpa pengecualian.

Namun stabilitas tersebut mulai terganggu ketika dua babi, Snowball dan Napoleon, bersaing untuk memperebutkan kekuasaan. Konflik ideologis ini menjadi titik awal perubahan arah revolusi yang awalnya penuh harapan.

Napoleon kemudian mengambil alih kekuasaan dengan kekuatan anjing-anjing penjaga yang ia latih secara khusus. Snowball diusir dari peternakan, menandai dimulainya rezim baru yang lebih otoriter.

Di bawah kepemimpinan Napoleon, struktur kekuasaan mulai berubah secara perlahan. Para babi mengambil hak-hak istimewa, sementara hewan lain semakin dipaksa bekerja keras tanpa mendapatkan kesejahteraan yang setara.

Baca Juga: Libur Muharam, Jenang Suro Gratis Jadi Daya Tarik Wisata Pasar Triwindu Solo

Perubahan paling signifikan terjadi pada Tujuh Perintah yang secara bertahap dimodifikasi. Manipulasi aturan ini dilakukan untuk membenarkan tindakan para penguasa baru yang semakin menyerupai manusia yang dahulu mereka lawan.

Karakter dalam novel ini merupakan representasi langsung dari tokoh-tokoh sejarah. Old Major sering dikaitkan dengan Karl Marx dan Vladimir Lenin, sementara Napoleon merepresentasikan Joseph Stalin, dan Snowball mewakili Leon Trotsky.

Tokoh Squealer berfungsi sebagai simbol propaganda negara, yang mencerminkan media seperti Pravda dalam sejarah Uni Soviet. Sementara Boxer, kuda pekerja yang setia, menggambarkan kelas pekerja yang dieksploitasi tanpa disadarkan.

Pak Jones sendiri melambangkan Tsar Nicholas II, penguasa Rusia sebelum revolusi yang digulingkan karena dianggap gagal memimpin. Melalui karakter ini, Orwell menunjukkan siklus kekuasaan yang berulang.

Tema utama novel ini adalah korupsi kekuasaan. Orwell menggambarkan bagaimana revolusi yang awalnya bertujuan membebaskan justru dapat berubah menjadi sistem penindasan baru ketika kekuasaan tidak diawasi.

Selain itu, novel ini juga menyoroti peran propaganda dan manipulasi bahasa dalam mengendalikan masyarakat. Perubahan Tujuh Perintah menjadi simbol bagaimana kebenaran dapat dipelintir demi kepentingan penguasa.

Pada akhirnya, Animal Farm tetap relevan sebagai peringatan politik lintas zaman. Novel ini menunjukkan bahwa tanpa kesadaran kritis, masyarakat dapat dengan mudah kehilangan kebebasan yang mereka perjuangkan sendiri. (nta) 

Artikel ini ditulis oleh Iranta, mahasiswa jurusan Seni Tari kampus ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#Animal Farm #George Orwell #politik #babi #novel