SOLOBALAPAN.COM - Studio animasi stop-motion LAIKA kembali menghadirkan proyek ambisius melalui "Wildwood", film fantasi epik yang resmi diumumkan pada 2021 dan disutradarai oleh Travis Knight.
Proyek ini menjadi salah satu produksi paling besar dalam sejarah studio yang dikenal lewat film seperti Coraline, ParaNorman, dan Kubo and the Two Strings.
Produksi Wildwood dilakukan penuh menggunakan teknik stop-motion di fasilitas LAIKA di Oregon, Amerika Serikat.
Travis Knight yang juga menjabat Presiden sekaligus CEO LAIKA kembali turun tangan sebagai sutradara untuk menerjemahkan dunia fantasi novel karya Colin Meloy ke layar lebar.
Menariknya, proyek ini sebenarnya sudah diincar LAIKA sejak 2011, hanya beberapa minggu setelah novel Wildwood diterbitkan.
Namun karena skala cerita yang sangat besar dan kompleks, adaptasi tersebut sempat tertunda hampir satu dekade sebelum akhirnya benar-benar memasuki tahap produksi.
Menurut Travis Knight, Wildwood bahkan disebut sebagai proyek paling ambisius yang pernah dibuat LAIKA. Ia menggambarkan skala cerita film ini seperti versi stop-motion dari The Lord of the Rings, dengan dunia luas, konflik besar, dan jumlah karakter fantastis yang sangat banyak.
Skala produksinya terlihat dari pembangunan sekitar 136 set praktikal yang digunakan untuk proses animasi. Tidak hanya itu, lebih dari 230 boneka stop-motion dibuat secara manual demi mendukung kebutuhan cerita dan gerakan karakter yang kompleks.
Beberapa set produksi bahkan dirancang dalam ukuran sangat besar hingga animator dapat berjalan masuk ke dalamnya saat proses pengerjaan berlangsung.
Hal ini menunjukkan bahwa Wildwood bukan hanya besar dari sisi cerita, tetapi juga dari pembangunan dunia fisik yang sangat detail.
Salah satu tantangan terbesar produksi datang dari karakter “The General”, seekor elang emas raksasa yang membutuhkan pendekatan teknis khusus.
Tim produksi menciptakan boneka elang dengan sekitar 9.000 bulu buatan tangan yang ditempel satu per satu agar tetap realistis ketika dianimasikan.
Karena banyak menghadirkan adegan udara dan peperangan besar, LAIKA juga mengembangkan teknologi dan metode kreatif baru untuk mengatasi keterbatasan stop-motion tradisional.
Film ini tetap mempertahankan pendekatan handmade, tetapi memanfaatkan bantuan digital agar gerakan terasa lebih mulus tanpa kehilangan tekstur fisiknya.
Dari sisi visual, Wildwood juga mendapat sentuhan sinematik besar lewat keterlibatan sinematografer nominasi Oscar, Caleb Deschanel. Kehadirannya membuat pendekatan visual film diperlakukan seperti produksi live-action epik, bukan sekadar animasi biasa. (ags)
Editor : Laila Zakiya