Tak Cuma Waktu Doa yang Paling Mustajab, Ini 10 Keutamaan Hari Arafah yang Jatuh di Hari Ini

Laila Zakiya • Dipublikasikan Selasa, 26 Mei 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi Hari Arafah. (Freepik)
Ilustrasi Hari Arafah. (Freepik)

 

SOLOBALAPAN.COM – Hari Arafah yang jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah 1447 H menjadi salah satu momentum paling istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya identik dengan waktu doa yang diyakini paling mustajab, Hari Arafah juga menyimpan banyak keutamaan besar yang berkaitan dengan ampunan, rahmat, hingga penghapusan dosa.

Bagi jamaah haji, Hari Arafah menjadi puncak ibadah melalui prosesi wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, hari ini menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak puasa sunnah, doa, zikir, istighfar, dan amal saleh.

Lalu, apa saja keutamaan Hari Arafah selain dikenal sebagai waktu terbaik untuk berdoa?

1. Hari Penyempurnaan Agama Islam

Hari Arafah memiliki kedudukan khusus karena dikaitkan dengan turunnya ayat kesempurnaan agama dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma’idah: 3).

Dalam sejumlah riwayat, Umar bin Khattab dan Ibnu Abbas bahkan menyebut momentum tersebut sebagai hari raya bagi umat Islam.

2. Hari Raya Spiritual Umat Islam

Meski identik dengan ibadah haji, Hari Arafah juga dianggap sebagai hari mulia bagi seluruh kaum Muslimin.

Mayoritas ulama menjelaskan, umat Islam yang tidak sedang berhaji dianjurkan mengisi hari ini dengan ibadah, terutama puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar.

3. Hari yang Disebut dalam Al-Qur’an

Sebagian ulama menafsirkan Hari Arafah sebagai makna dari “yang genap” (asy-syaf’a) dalam Surah Al-Fajr ayat 3.

Selain itu, dalam sejumlah riwayat disebutkan:

"Yang menyaksikan adalah Hari Arafah dan yang dijanjikan adalah Hari Kiamat."

Keberadaan Hari Arafah dalam penafsiran ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa agung posisinya dalam khazanah Islam.

4. Salah Satu Hari Terbaik di Sisi Allah

Keutamaan Hari Arafah juga ditegaskan melalui hadis Nabi Muhammad SAW.

"Hari terbaik adalah Hari Arafah."

Meski sebagian ulama menyebut Hari Nahr (Idul Adha) sebagai hari paling agung, Hari Arafah tetap menempati posisi sangat tinggi sebagai hari penuh keberkahan.

5. Keutamaannya Disebut Sangat Besar

Dalam sejumlah penjelasan ulama disebutkan bahwa nilai keutamaan Hari Arafah sangat luar biasa besar.

Riwayat dari Anas bin Malik menyebut:

"Keutamaan hari Arafah setara dengan 10.000 hari."

Hal ini membuat banyak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah.

6. Berkaitan dengan Haji Akbar

Sebagian ulama salaf menyebut Hari Arafah sebagai bagian dari Haji Akbar karena menjadi inti prosesi wukuf bagi jamaah haji.

Karena itu, Hari Arafah selalu dipandang sebagai salah satu momentum paling monumental dalam kalender Islam setiap tahunnya.

7. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun

Inilah salah satu amalan paling populer pada Hari Arafah bagi umat Islam yang tidak berhaji.

Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa pada Hari Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim).

Karena itu, puasa Arafah termasuk sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.

8. Hari Pengampunan dan Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka dibandingkan Hari Arafah." (HR. Muslim, Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain, Allah membanggakan hamba-hamba-Nya yang datang beribadah kepada para malaikat.

Momentum ini menjadi alasan banyak Muslim memanfaatkan Hari Arafah untuk memperbanyak taubat dan istighfar.

9. Hari yang Paling Dibenci Iblis

Hari Arafah disebut sebagai hari ketika setan berada pada kondisi paling hina dan paling marah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada hari di mana Iblis tampak lebih hina, terbuang, dan marah selain Hari Arafah."

Hal tersebut dikaitkan dengan derasnya rahmat dan pengampunan Allah yang turun kepada para hamba-Nya.

10. Waktu Doa yang Paling Mustajab

Inilah keutamaan Hari Arafah yang paling sering dicari umat Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah." (HR. Tirmidzi, Malik).

Keutamaan ini berlaku tidak hanya bagi jamaah haji di Padang Arafah, tetapi juga umat Muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Banyak ulama menjelaskan, doa dapat dipanjatkan sepanjang 9 Zulhijah, namun waktu yang kerap dianggap paling utama adalah sejak setelah Zuhur hingga menjelang Maghrib.

Sebagian Muslim juga memilih memperbanyak doa pada waktu yang bertepatan dengan prosesi wukuf di Mekkah. Bila dikonversikan ke Indonesia, waktunya diperkirakan sekitar 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa yang terpenting bukan semata persoalan jam, melainkan kesungguhan hati saat bermunajat.

Hari Arafah menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak zikir, hingga memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Karena itu, ketika Hari Arafah tiba seperti hari ini, umat Islam dianjurkan tidak hanya fokus pada waktu doa paling mustajab, tetapi juga memanfaatkan seluruh keutamaan besar yang ada di dalamnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan
Hari Arafah keutamaan