SOLOBALAPAN.COM - Toy Story 5 menjadi salah satu film animasi paling dinanti tahun 2026. Film produksi Pixar bersama Disney ini dijadwalkan rilis secara global pada 19 Juni 2026 dan membawa kembali dunia mainan yang hidup ke layar lebar setelah akhir emosional di film sebelumnya.
Berbeda dari film-film sebelumnya, Toy Story 5 ini membawa konflik yang lebih dekat dengan anak-anak masa kini.
Pixar mengungkap bahwa tema utama film ini adalah persaingan antara mainan tradisional dengan perangkat elektronik modern seperti tablet, gadget dan teknologi digital.
Tema ini dianggap relevan karna banyak generasi masa kini dinilai lebih sering bermain dengan layar digital daripada mainan fisik.
Konflik itu membuat film diprediksi tidak hanya menghadirkan nostalgia namun juga kritik sosial tentang perubahan pola bermain anak-anak modern.
Film animasi ini di sutradarai oleh Andrew Stanton dengan Mckenna Harris. Nama Anton Stanton sendiri sudah bukan sosok asing lagi di Pixar, ia sebelumnya sudah dikenal lewat film-film legendaris seperti Fending Nemo dan WALL-E.
Keterlibatan Stanton membuat Toy Story 5 memiliki kedalaman emosional yang kuat seperti karya-karya klasik Pixar tedahulu.
Apalagi franchise Toy Story selama ini dikenal sebagai film anak-anak, persahabatan, perubahan jaman hingga rasa kehilangan.
Baca Juga: Pesanan Ekspor Anjlok, PT CWII Sragen Tak Perpanjang Kontrak 800 Pekerja
Keputusan Disney dan Pixar untuk melanjutkan franchise ini sempat membuat geger publik, banyak penonton yang menganggap pada Toy Story 4 sudah menjadi penutup sempurna bagi perjalanan Woody dan teman-temannya.
Franchise Toy Story sendiri memiliki sejarah besar dalam dunia perfilman. Film pertama Toy Story yang dirilis pada 1995 tercatat sebagai film animasi CGI panjang pertama dalam sejarah.
Sejak saat itu, seri Toy Story berkembang menjadi salah satu franchise animasi tersukses sepanjang masa. Empat film sebelumnya berhasil meraih total box office global lebih dari US$3,3 Miliar dan memenangkan berbagai penghargaan internasional.
Melalui Toy Story 5, Pixar membawa kembali nostalgia lama sembari membahas tantangan generasi baru.
Jika dulu Woody dan Buzz menghadapi ancaman mainan rusak dan terlupakan, kini mereka harus berhadapan dengan dunia digital yang perlahan membuat keberadaan mainan tradisi ditinggalkan. (ags)
Editor : Laila Zakiya