SOLOBALAPAN.COM - Gudang Merica hadir sebagai film horor, komedi, dan misteri yang dibalut melalui dunia medis dan mahasiswa koas kedokteran.
Diproduksi oleh MVP Pictures dan Pabrik Cerita, film ini dijadwalkan tayang dibioskop pada 21 Mei 2026
Sebagai sutradara, Imam Darto mencoba menggabungkan antara horor komedi dengan komedi absurd lewat film ini.
Strategi itulah yang menjadikan "Gudang Merica" tampil berbeda dibanding film horor medis Indonesia pada umumnya.
Cerita berpusat pada empat mahasiswa kaos kedokteran yang melakukan praktik di Rumah Sakit Harapan Ayah yang sudah tua dan hampir bangkrut.
Mulanya mereka jaga malam seperti rutinitas biasa, namun suasana berubah mencekam ketika seorang pasien tiba-tiba meninggal secara misterius.
Sejak kematian pasien itu berbagai kejadian aneh mulai berdatangan, mulai dari suara aneh dari lorong, munculnya bayangan misterius diruang perawatan hingga jenazah pasien yang mendadak hilang tanpa jejak.
Rumah Sakit menjadi lokasi utama untuk menebar teror kepada orang didalamnya. Menariknya, film ini diproduksi menggunakan ladang buatan mereka sendiri, butuh waktu sampai satu setengah bulan untuk proses penanaman.
Baca Juga: Isi ATM Jadi Taruhan, Link Vell TikTok Blunder 8 Menit Masih Jadi Buronan, Full Durasi Minim Bukti
Langkah tersebut dilakukan demi menghadirkan visual yang terasa lebih nyata dan organik didepan layar. Imam Darto selaku sutradara menegaskan bahwa ladang dalam film bukan hasil efek digital. "Itu bukan CGI" ujar Imam Darto saat membahas proses produksi film.
Imam Darto sendiri mengaku puas setelah mengetahui respon penonton saat sreening awal film berlangsung. "Itu jadi payoff proses syuting panjang" katanya.
Film ini tidak hanya mengandalkan hantu dan jumpscare tetapi juga ketegangan psikologis, terlihat dari tekanan mahasiswa kaos, kelalahan bekerja dan rasa panik berhadapan dengan kematian.
Dari "Gudang Merica", Imam Darto menghadirkan horor medis yang ringan namun tetap mencekam. Melalui jenazah yang hilang dan gangguan gaib dirumah sakit tua, film ini memperlihatkan bagaimana rasa takut muncul dari tekanan batin manusia yang berada disituasi ekstrem. (ags)
Editor : Laila Zakiya