SOLOBALAPAN.COM - Rasa bersalah, trauma keluarga dan rahasia masa lalu yang perlahan menjadi teror, inilah tema yang akan dihadirkan oleh Screenplay Films pada filmnya yang akan tayang pada 4 Juni 2026.
Dari banyaknya film horor yang mengandalkan jumpscare pada kemunculan mahluk gaib, film "Dosa" hadir dengan pendekatan sunyi dan psikologis.
Disutradarai oleh Rudolf Puspa, film ini mengangkat kisah seorang perempuan bernama Laras yang kembali ke rumah keluarganya di sebuah kota kecil setelah kematian misterius sang adik.
Kepulangan tersebut justru membuka luka lama dan trauma yang selama ini berusaha ia lupakan.
Setibanya dirumah keluarga, laras mulai mengalami berbagai gangguan supranatural yang terasa semakin nyata dari waktu ke waktu.
Film ini tidak datang dari rahasia keluarga, rasa bersalah dan luka emosional yang selama ini dipendam oleh para tokohnya.
Rudolf Puspa bahkan menyebut inti utama film ini bukan tentang sosok hantu, melainkan tentang rasa bersalah manusia.
“Terkadang dosa terbesar bukan yang kita lakukan, tapi yang kita diamkan” ujar Rudolf Puspa saat membahas konsep film ini.
Salah satu hal yang paling menonjol dari “DOSA” adalah menggunakan suasana sunyi. Banyak adegan dibangun lewat ekspresi wajah, suara ambient dan pencahayaan gelap untuk menciptakan rasa tidak nyaman secara perlahan kepada penonton.
Alih-alih menghadirkan banyak adegan mengejutkan, film ini memilih membangun ketegangan melalui kesunyian ruang, tatapan karakter dan suasana rumah tua yang terasa menekan. Pendekatan tersebut membuat pengalaman menonton terasa lebih emosional.
Selain unsur supranatural, film ini turut mengangkat isu trauma keluarga, kekerasan emosional hingga hubungan antara agama dan hukuman moral. Tema-tema tersebut membuat “DOSA” terasa lebih personal dan relevan dengan realitas kehidupan banyak orang.
Dari sisi visual, produksi film menggunakan rumah kolonial tua asli di Jawa Tengah sebagai lokasi utama syuting. Tim produksi sengaja mempertahankan detail bangunan lama serta pencahayaan natural untuk memperkuat nuansa suram dan rasa terisolasi dalam cerita.
Atmosfer rumah tua tersebut menjadi elemen penting dalam membangun rasa tidak nyaman sepanjang film. Lorong sempit, ruangan gelap dan suara-suara kecil di dalam rumah menjadi bagian dari teror psikologis yang terus menghantui karakter Laras.
Melalui “DOSA”, Screenplay Films tampaknya ingin menghadirkan horor yang lebih reflektif dan emosional. Film ini tidak hanya berbicara tentang makhluk gaib, tetapi juga tentang manusia yang hidup bersama trauma dan rasa bersalahnya sendiri. (ags)
Editor : Laila Zakiya