Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

“Terbuang Dalam Waktu” Barasuara: Melodi Syahdu Penembus Dimensi di Film Sore

Laila Zakiya • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:36 WIB
Potret Barasuara Ketika Manggung (Pinterest.id/Ourcheesecake)
Potret Barasuara Ketika Manggung (Pinterest.id/Ourcheesecake)

 

SOLOBALAPAN.COM - Jika Anda baru saja menonton film Sore: Istri dari Masa Depan dan merasa ada nada yang terus terngiang di kepala, kemungkinan besar itu adalah petikan magis dari Barasuara.

Lagu mereka yang berjudul “Terbuang Dalam Waktu” sukses menjadi jembatan emosi yang sempurna bagi kisah cinta lintas waktu antara Jonathan (Dion Wiyoko) dan Sore (Sheila Dara).

Di Kota Solo, lagu ini seolah menemukan rumahnya sendiri. Karakter musiknya yang megah namun puitis terasa sangat cocok didengarkan sambil menatap senja di sekitaran Waduk Cengklik atau sekadar duduk santai di teras rumah.

Lahir dari sesi workshop di Puncak, Bogor, lagu ini disebut-sebut sebagai karya termanis yang pernah diciptakan Iga Massardi dan kawan-kawan selama 11 tahun berkarier.

Gerald Situmorang sang pengubah musik, bersama Asteriska dan Iga di lini lirik, berhasil menciptakan aransemen orkestra yang dramatis namun tetap terasa personal.

“Emosinya nggak singular di lagu itu. Maknanya banyak, bercabang. Dari perasaan kehilangan, hingga akhirnya muncul rasa bersyukur,” ungkap Iga Massardi dalam konferensi pers yang digelar pada 2 Juli 2025 terkait keterlibatan mereka di film garapan Yandy Laurens tersebut.

Relevansi lagu ini semakin melambung di tahun 2026 seiring dengan kabar membanggakan dari dunia perfilman tanah air.

Baca Juga: Generasi Baru Siap Meluncur! Bocoran Hyundai Tucson 2026 Terkuak: Usung Desain Minimalis, Bakal Banyak Tombol yang Hilang?

Film Sore: Istri dari Masa Depan resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk berlaga di ajang Piala Oscar 2026 dalam kategori Best International Feature Film.

Kesuksesan film ini tentu tak lepas dari peran soundtrack-nya. “Terbuang Dalam Waktu” bukan hanya sekadar lagu pengiring, melainkan elemen yang memperkuat adegan klimaks tentang kerinduan dan pendewasaan diri.

Di telinga pendengar, lirik “Kita kan tua dan kehilangan pegangan” menjadi pengingat yang sangat relevan tentang pentingnya menjaga waktu bersama orang-orang tersayang.

Barasuara yang biasanya tampil dengan energi “api” dan penuh distorsi, melalui lagu ini menunjukkan sisi lembut dan reflektif mereka. Fenomena viralnya lagu ini membuktikan bahwa sinergi antara musik dan sinema bisa menciptakan dampak yang luar biasa, membawa Barasuara dikenal lebih luas oleh berbagai kalangan pendengar baru di tahun 2026 ini.

Bagi warga Solo yang gemar merenung, lagu ini adalah kawan yang pas. Ia mengajarkan kita bahwa meski waktu terus meluruh dan raga menua, cinta yang tulus akan selalu memiliki tempat untuk bersemi dan memberikan kekuatan. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#Terbuang Dalam Waktu #tren #lagu #barasuara