SOLOBALAPAN.COM - Jika ada band yang sanggup membuat satu stadion melompat serentak hanya dengan satu petikan gitar, The Changcuters adalah jawabannya.
Memasuki usia 20 tahun berkarya di tahun 2026 ini, grup asal Bandung yang digawangi Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick ini membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “band nostalgia”.
Di Solo, antusiasme terhadap The Changcuters tak pernah padam. Terbukti, tiket konser mereka di berbagai kota selalu ludes, termasuk bagi para anak muda yang bahkan belum lahir saat lagu “Racun Dunia” pertama kali meledak.
Setelah sempat membuat publik khawatir karena sang vokalis, Tria, jatuh pingsan di panggung tahun lalu, The Changcuters justru kembali dengan energi yang lebih “meledak”.
Single terbaru mereka bertajuk “Memang Beda” (rilis akhir 2023) sukses menjadi anthem bagi anak muda hari ini yang sedang merayakan keunikan diri dan keberanian untuk tampil beda.
Liriknya yang lugas dan musiknya yang upbeat sangat relevan dengan semangat inklusivitas masa kini. Tak heran jika lagu ini sering mampir menjadi backsound video-video viral di TikTok maupun Instagram Reels para pelajar dan mahasiswa di Kota Bengawan.
Meski terus merilis karya baru, lagu-lagu “keramat” mereka seperti “I Love U Bibeh”, “Main Serong”, hingga “Pria Idaman Wanita” tetap menjadi menu wajib di setiap party atau acara karaoke night.
Ada semacam sihir dalam aransemen rock n' roll mereka yang membuat siapa pun, baik dari generasi milenial hingga Gen Z, merasa “sah” untuk berjoget gila-gilaan.
Yang paling hangat dan sedang menjadi perbincangan panas adalah proyek kolaborasi mereka dengan The Panturas. Dua band dengan basis massa yang militan ini dikabarkan sedang menggarap album bersama yang akan dirilis pertengahan tahun ini.
Pertemuan gaya rock n’ roll ala Changcuters dengan sentuhan surf rock Panturas diprediksi akan menjadi standar baru musik panggung di Indonesia.
Bagi warga Solo yang ingin merasakan “resep awet muda”, mendengarkan The Changcuters adalah salah satu caranya.
Musik mereka mengajarkan bahwa menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti bersenang-senang.
Jadi, sudah siap untuk menyisir rambut ala The Beatles, memakai celana ketat, dan berteriak “Auuw!” bersama Tria malam ini? Ingat, hidup itu harus dinikmati, karena kita semua Memang Beda. (Arp/lz)
Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta
Editor : Laila Zakiya