SOLOBALAPAN.COM - Siapa sangka, di tengah hiruk-pikuk tren musik pop-jawa yang sedang merajai Solo, irama reggae milik Tony Q Rastafara tetap punya tempat istimewa. Bagi warga Solo, musik pria yang dijuluki sebagai Presiden Reggae Indonesia ini bukan sekadar lagu, tapi sudah jadi menu wajib saat ingin healing tipis-tipis di akhir pekan.
Tahun ini, gaya hidup “low-key” atau hidup sederhana tanpa banyak drama makin digandrungi anak muda.
Ternyata, nilai-nilai yang dibawa Tony Q sejak dulu sangat nyambung dengan tren ini. Menikmati hidup dengan santai dan apa adanya menjadi napas utama dalam setiap lirik yang ia ciptakan.
Ada satu hal menarik yang sering diingat para Manteman (sebutan fans Tony Q). Beliau pernah berujar bahwa reggae itu bukan soal penampilan fisik semata. Ungkapan legendarisnya, “Reggae itu bukan sekadar rambut gimbal,” kini makin relevan di tahun 2026 ini.
Dulu, orang mungkin berpikir kalau suka reggae harus dandan ala anak pantai. Namun sekarang, trennya sudah bergeser. Anak kantoran atau mahasiswa pun bangga memutar lagu “Tertanam” saat sedang beristirahat dari tumpukan tugas.
Bagi Tony Q, esensi reggae adalah perilaku. Ia sering menekankan bahwa musik ini adalah tentang kejujuran dan energi positif.
Pesan perdamaian yang ia suarakan sejak era 90-an ternyata masih menjadi obat yang ampuh untuk meredakan stres di tengah kencangnya arus media sosial saat ini.
Baca Juga: Marc Marquez Crash di Lap Akhir, Jorge Martin Dominasi Sprint Race MotoGP Prancis 2026
Keunikan Tony Q juga terletak pada bagaimana ia mencintai budayanya sendiri. Ia tak ragu memasukkan unsur tradisional seperti kendang atau nuansa etnik ke dalam musik Jamaika. Hal ini yang membuat karyanya mudah diterima oleh telinga masyarakat.
Tahun ini pun menjadi momen spesial karena Tony Q dikabarkan tengah mempersiapkan tur internasional. Kabar tentang rencana turnya ke Taiwan pada Juni 2026 nanti menjadi bukti bahwa musik reggae lokal kita punya daya pikat yang tak lekang oleh waktu hingga ke mancanegara.
Kehadiran sosok seperti Tony Q memberikan warna berbeda di industri musik kita. Di saat banyak musisi mengejar views dengan gimik, ia tetap konsisten pada jalur musik yang menyuarakan tentang kemanusiaan, alam, dan cinta yang tulus tanpa dibuat-buat.
Jadi, untuk kamu yang sedang merasa penat dengan rutinitas Solo yang makin padat, coba luangkan waktu sebentar. Putar daftar putar Tony Q, tarik napas dalam-dalam, dan biarkan irama off-beat-nya membawa suasana damai ke dalam pikiran. (Arp/lz)
Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta
Editor : Laila Zakiya