Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Surat Cinta atau Sentilan, Aldy Amis “Lapor Mas Wapres” Lewat Balada Satir yang Tenang

Laila Zakiya • Kamis, 7 Mei 2026 | 11:54 WIB
Potret Aldy Amis (Youtube/Aldyamis)
Potret Aldy Amis (Youtube/Aldyamis)

 
SOLOBALAPAN.COM - Jika musik protes identik dengan distorsi gitar yang bising atau teriakan lantang, Aldy Amis justru memilih jalan sebaliknya.

Musisi indie yang dikenal dengan lirik-lirik "pedas" ini kembali mengaduk percakapan publik lewat single terbarunya yang berjudul Lapor Mas Wapres.

Di Kota Solo, yang merupakan kampung halaman dari tokoh yang disinggung dalam lagu ini, karya Amis terasa punya daya pikat tersendiri.

Bukan karena amarah yang meledak-ledak, melainkan karena kesederhanaan nadanya yang justru membuat setiap baris liriknya terdengar lebih tajam.

Amis, yang sering disebut-sebut sebagai salah satu penerus semangat Iwan Fals di kancah folk, menegaskan bahwa lagu ini adalah bentuk dokumentasi sosial.

Dalam keterangannya pada launching singlenya di Jakarta pada 15 November 2025, ia mengaku hanya ingin menjadi pengarsip suara publik yang mungkin sering terabaikan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya vs Persis Solo Terancam Sepi? Sejumlah Suporter Serukan Boikot Akibat Kenaikan Harga Tiket

"Saya cuma mau jujur dalam penulisan. Apa yang saya lihat, dengar, dan rasa, itulah yang saya tulis," ungkap Amis 
Lagu ini hadir nyaris tanpa ornamen musik yang rumit. Hanya petikan instrumen yang tenang, seolah memberikan ruang bagi pendengarnya untuk benar-benar mencerna lirik satir seperti: “Rajin membaca dapat pengetahuan, malas membaca dapat kekuasaan.”

Nama Aldy Amis memang bukan pemain baru dalam urusan lagu kontroversial. Sebelumnya, ia sempat viral melalui lagu “Bagaimana Jika Kristen Yang Masuk Surga?”,  yang baru saja merayakan ulang tahun ke-5 pada April 2026 ini.

Lewat lagu Lapor Mas Wapres, Amis kembali membuktikan bahwa musisi indie tetap memiliki peran sebagai kontrol sosial.

Bagi penikmat musik di koridor kreatif Solo, gaya bercerita Amis ini dianggap sangat relevan. Ia tidak mengajak orang untuk turun ke jalan dengan emosi, tapi mengajak orang untuk berpikir sambil duduk tenang dengan segelas teh hangat.

Lagu ini diprediksi akan menjadi salah satu nomor kuat dalam album penuh Amis yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Kehadiran Amis di berbagai festival besar, termasuk keterlibatannya dalam M Bloc Music Festival, semakin mempertegas posisinya sebagai solois folk yang patut diperhitungkan.

Pada akhirnya, “Lapor Mas Wapres” bukan sekadar lagu. Ia adalah pengingat bahwa di balik harmoni nada, ada realita yang harus tetap dikawal. Jika Anda penasaran, silakan dengarkan karya Amis ini di berbagai platform musik digital. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta

Editor : Laila Zakiya
#Aldy Amis #representasi lagu #karya #tren #kritik