Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bukan Kaleng-kaleng! Pesona Ajeng Febria dan Silvy Kumalasari Bikin Dangdut Trending Jutaan Viewers

Laila Zakiya • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:04 WIB
Potret Penyanyi Ajeng Febria (Youtube/Anekasafarirecord)
Potret Penyanyi Ajeng Febria (Youtube/Anekasafarirecord)

 

SOLOBALAPAN.COM - Buang jauh-jauh anggapan kalau dangdut itu musiknya orang tua atau hanya laku di panggung hajatan kampung.

Di tahun 2026 ini, wajah musik dangdut, khususnya koplo Jawa, sudah bertransformasi total menjadi candu digital bagi semua generasi.

Lewat jempol para Gen Z, lagu-lagu dangdut kini tak hanya bergema di pengeras suara hajatan, tapi merajai trending platform video YouTube dengan angka penonton yang bikin geleng-geleng kepala. 

Salah satu sosok yang tengah menjadi buah bibir adalah Ajeng Febria. Dara manis asal Blitar, Jawa Timur ini, sukses mencuri perhatian publik lewat suaranya yang merdu dan parasnya yang menawan.

Ajeng membuktikan bahwa penyanyi daerah kini punya panggung yang setara dengan artis ibu kota. Tak tanggung-tanggung, video penampilannya saat membawakan cover lagu-lagu hits seperti "Denok" atau "Negoro Angin" mampu menembus angka lebih dari 2 juta viewers dalam waktu singkat. 

Fenomena Ajeng Febria ini diikuti pula oleh rekan sejawatnya seperti Silvy Kumalasari.

Penyanyi asal Tulungagung ini juga kerap wira-wiri di beranda YouTube lewat video klipnya yang selalu dinanti penggemar.

Baca Juga: Nostalgia Bareng MLTR Sambil Nyunset, Prambanan Jazz Festival 2026 Usung Tema Celebrate the Joy

Kekuatan mereka bukan cuma pada olah vokal yang mumpuni, tapi juga pada kemampuan membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. 

Kehadiran mereka menandai pergeseran gaya hidup dalam menikmati musik. Dulu, penikmat dangdut harus menunggu jadwal orkes keliling atau membeli kaset bajakan.

Sekarang, cukup bermodal kuota, semua orang bisa menikmati suguhan visual yang jernih dan kualitas audio yang ciamik dari kanal YouTube seperti Aneka Safari Records atau Beta Creative dan channel lainnya. Dangdut sudah naik kelas menjadi konten gaya hidup yang estetik. 

Menariknya, lagu-lagu yang dibawakan artis-artis ini seringkali adalah hasil aransemen ulang dari lagu pop yang didangdutkan.

Kreativitas para komposer di Jawa Timur dalam mengolah irama gendang membuat musik ini terasa segar dan sangat danceable. Tak heran jika di beberapa kedai kopi di Solo Raya, lagu dangdut garapan mereka sering terdengar.

Selain faktor musikalitas, pesona visual juga tak bisa dipungkiri menjadi daya tarik utama. Penampilan Ajeng Febria dan Silvy Kumalasari yang selalu tampil fashionable membuat citra dangdut semakin diterima oleh kalangan menengah ke atas.

Mereka tidak lagi menjual goyangan erotis, melainkan kualitas karakter dan autentisitas sebagai penyanyi muda berbakat dari daerah. 

Baca Juga: Aksi Konvoi Kelulusan di Jalur Jogja-Solo Berujung Penindakan, Belasan Pelajar Diamankan Polres Klaten

Bagi Gen Z, menyukai dangdut kini bukan lagi hal yang memalukan. Sebaliknya, bisa menyanyikan lirik bahasa Jawa yang penuh makna atau istilah "ambyar" justru dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal yang keren.

Inilah yang disebut dengan era Local Pride, di mana identitas kedaerahan dipoles dengan kemasan digital yang kekinian. 

Dampak ekonomi dari fenomena ini pun luar biasa. Dengan jumlah penonton jutaan di YouTube, pendapatan dari iklan digital (adsense) menjadi mesin uang baru bagi para musisi dan manajemen. Hal ini sekaligus membuka lapangan kerja bagi para videografer, editor, hingga pelaku UMKM yang produknya sering muncul sebagai sponsor dalam video-video tersebut. 

Di wilayah Solo Raya, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran penyanyi-penyanyi viral ini selalu luar biasa.

Setiap kali mereka dijadwalkan tampil offline, lokasi veneu selalu penuh. Mereka adalah bukti nyata bahwa talenta lokal jika dikelola dengan manajemen yang melek teknologi, bisa mendobrak dominasi musik nasional bahkan internasional. 

Pada akhirnya, dangdut di era Ajeng Febria dan artis lainnya adalah bukti bahwa musik akan selalu menemukan jalannya untuk relevan dengan zaman. Jadi, sudahkah kamu streaming lagu Ajeng Febria hari ini? (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#dangdut #tren #Gen Z #lagu