Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tak Ada Matinya! Rahasia Lagu Dewa 19 Tetap Jadi "Nyawa" di Coffee Shop hingga Live Music Jalanan

Laila Zakiya • Rabu, 6 Mei 2026 | 12:31 WIB
Poster Dewa 19 (Pinterest.id/adehermawan)
Poster Dewa 19 (Pinterest.id/adehermawan)

 
SOLOBALAPAN.COM - Coba deh kamu perhatikan saat lagi asyik nongkrong di coffee shop favorit atau sekadar jalan-jalan sore di pusat kota.

Hampir bisa dipastikan, telingamu bakal menangkap sayup-sayup alunan nada yang sudah sangat akrab.

Bukan lagu pop luar negeri yang baru rilis minggu lalu, melainkan denting piano ikonik atau petikan gitar khas dari band legendaris Indonesia, Dewa 19. 

Fenomena ini menarik banget buat dikulik. Meskipun sudah puluhan tahun berlalu sejak pertama kali dirilis, lagu-lagu karya Ahmad Dhani cs ini bukannya meredup, malah makin menyala.

Hebatnya lagi, penikmat setianya bukan cuma bapak-bapak yang ingin nostalgia masa muda, tapi justru didominasi oleh anak muda Gen Z yang bahkan belum lahir saat album pertama Dewa dirilis.

Lagu "Kangen" bisa dibilang adalah juaranya dalam hal ini. 

Lagu ini seolah sudah menjadi menu wajib dalam setiap playlist kafe kekinian. Alunan musiknya yang easy listening namun punya komposisi yang mewah bikin suasana nongkrong jadi makin syahdu.

Baca Juga: Healing Tanpa Drama: Alasan Kenapa Lagu Aku Tenang – Fourtwenty dan Kabut Tawangmangu Adalah Combo Maut Paling Juara

Tak jarang, pengunjung kafe yang awalnya sibuk dengan gawai masing-masing, tiba-tiba ikut bergumam mengikuti liriknya. 

Tak hanya di kafe mahal, lagu "Kangen" juga menjadi napas bagi para musisi jalanan dan panggung live musik di setiap sudut kota. Bagi para penyanyi kafe atau pengamen, membawakan lagu ini adalah jaminan mutu untuk mendapatkan perhatian penonton.

Liriknya yang bercerita tentang rindu yang jujur dan apa adanya memang paling ampuh buat bikin siapa pun merasa relatable. 

Lalu ada lagu "Pupus" yang sudah naik kasta menjadi himne nasional bagi kaum sad boy dan sad girl.

Lagu ini sering kali diputar saat suasana sedang sendu atau saat hujan mulai turun di jendela kafe.

Bagi anak muda masa kini, "Pupus" adalah definisi sempurna dari perasaan yang tertahan, mewakili jutaan curhatan tentang cinta bertepuk sebelah tangan yang gagal terucap. 

Beda lagi dengan "Risalah Hati". Lagu yang satu ini punya daya magis tersendiri yang belakangan sering disebut sebagai lagu manifestasi oleh anak muda.

Lirik "Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meskipun kau tak cinta" sering banget dipakai sebagai sound konten estetik di media sosial. Ini membuktikan kalau lagu Dewa itu fleksibel, bisa masuk ke tren digital apa pun. 

Banyak pengamat musik menyampaikan kalau rahasia keabadian lagu Dewa 19 terletak pada aransemennya yang jenius.

Baca Juga: Mobil Terkunci 3 Jam Saat Mesin Hidup, Damkar Boyolali Evakuasi Tanpa Kerusakan

Ahmad Dhani mampu meramu melodi yang puitis tapi tidak terdengar cengeng. Inilah yang bikin telinga Gen Z yang terbiasa dengan musik modern tetap merasa kalau lagu-lagu Dewa itu tidak ketinggalan zaman untuk diputar di tahun 2026. 

Selain itu, faktor media sosial juga punya peran besar. Potongan-potongan video konser Dewa 19 yang megah sering kali sliweran di timeline anak muda.

Hal ini memicu rasa penasaran mereka untuk mengulik lebih dalam karya-karya lama Dewa.

Akhirnya, lagu-lagu tersebut bukan lagi milik generasi orang tua mereka, tapi sudah diadopsi penuh sebagai identitas musik mereka sendiri.

Pada akhirnya, Dewa 19 berhasil membuktikan bahwa musik yang bagus tidak akan pernah basi dimakan usia.

Lagu-lagu mereka akan terus bergema, mulai dari pengeras suara kafe yang canggih sampai gitar bolong para musisi jalanan.

Jadi, jangan heran ya kalau sepuluh atau dua puluh tahun lagi, lagu "Kangen" masih akan tetap jadi lagu favorit saat kamu lagi nongkrong santai. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#Pupus #kangen #tren #lagu #dewa 19