Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menjelajahi Pameran “30 Tahun Musik Miles Film Indonesia” Sambil Ngopi Cantik  dan Nostalgia di Studio Ikonik Solo

Laila Zakiya • Jumat, 24 April 2026 | 15:09 WIB

Lokananta (Lokananta Bloc)
Lokananta (Lokananta Bloc)

SOLOBALAPAN.COM - Kawasan Lokananta kembali menjadi magnet baru bagi penikmat musik dan sinema.

Lewat pameran bertajuk “Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar”, ruang bersejarah ini tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjelma jadi destinasi wisata edukatif sekaligus tempat nongkrong yang kekinian.

Pameran yang digelar sejak bulan Januari hingga September Tahun 2026 ini merupakan kolaborasi antara Miles Films, Lokananta, dan studio desain.

Pengunjung diajak menelusuri perjalanan tiga dekade hubungan erat antara musik dan film Indonesia, mulai dari era analog hingga digital. 

Tidak sekadar menampilkan arsip, pameran ini menghadirkan pengalaman imersif.

Pengunjung bisa melihat langsung lirik asli, notasi musik, hingga instalasi audio visual yang memperlihatkan bagaimana soundtrack menjadi “jiwa” dalam sebuah film.

Bahkan, terdapat simulasi studio rekaman yang memungkinkan pengunjung merasakan bagaimana proses kreatif musik film dibangun dari nol hingga menjadi karya utuh.

Film tanpa musik ibarat sayur tanpa garam.

Pernyataan dari sutradara Riri Riza ini menjadi benang merah pameran, bahwa musik bukan sekadar pelengkap, tetapi elemen penting yang membentuk emosi penonton.

Ruang Temu Musik, Film, dan Komunitas

Lebih dari sekadar pameran, Lokananta kini berkembang menjadi ekosistem kreatif.

Selain pameran utama, berbagai kegiatan seperti pemutaran film, diskusi, hingga kolaborasi komunitas turut digelar secara berkala. 

Di media sosial seperti Instagram, kawasan ini juga semakin populer sebagai spot “ngopi cantik” dengan latar estetik yang kekinian, menggabungkan nuansa vintage, musik, dan seni visual.

Nostalgia yang Jadi Gaya Hidup

Pameran ini menjadi jembatan antara generasi lama yang tumbuh bersama karya produksi miles film dan generasi baru yang mengenalnya lewat potongan digital.

Dengan konsep yang terus berkembang dan materi yang diperbarui secara berkala, setiap kunjungan ke Lokananta menawarkan pengalaman yang berbeda. 

Di tengah maraknya tempat nongkrong modern, Lokananta justru menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar kopi dan tempat duduk. Ia menghadirkan cerita, memori, dan pengalaman yang tidak bisa direplikasi.

Dan bagi banyak anak muda Solo hari ini, mungkin inilah definisi baru dari “hangout” yang bukan sekadar berkumpul, tapi juga menyelami sejarah, sambil tetap terlihat estetik. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi di ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#Miles Film #pameran #tren #lokananta