Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lagu Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan – Bernadya  Menjadi Tamparan Akan Pentingnya Self-Reward

Laila Zakiya • Jumat, 24 April 2026 | 10:13 WIB
Ilustrasi Self Reward (Pexels.com/Imadcliks)
Ilustrasi Self Reward (Pexels.com/Imadcliks)

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks. Lagu 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' dari Bernadya menyuguhkan cara bertahan di tengah realitas yang tak selalu sejalan dari apa yang diinginkan.

Dari situ, muncul kebiasaan baru yaitu self-reward. Mulai dari membeli barang kecil, menikmati kopi favorit, hingga solo traveling, banyak orang menjadikan hal hal tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri setelah melewati hari hari yang melelahkan.

Fenomena ini ramai terlihat di media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Konten dengan caption “healing setelah capek kerja” atau “reward diri sendiri” menjadi relatable bagi banyak pengguna. 

Bukan tanpa alasan, tekanan hidup di era sekarang memang semakin terasa.

Baca Juga: Profil Adhisty Zara Lengkap dengan Umur dan Agama, Kini Diisukan Jadi Sosok Artis Inisial AZ yang Digosipkan Hamil di Luar Nikah!

Tuntutan pekerjaan, ekspektasi sosial, hingga perbandingan gaya hidup di media sosial membuat banyak orang merasa harus terus bergerak tanpa jeda. 

Kalau bukan kita yang menghargai diri sendiri, siapa lagi?

Kalimat ini adalah simpulan dari lagu 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan'. Bahwa tidak ada yang dapat kita harapakan selain diri kita sendiri.

Memberi hadiah pada diri sendiri adalah jawaban untuk menjaga keseimbangan mental. 

Menurut World Health Organization, kesehatan mental menjadi salah satu isu penting yang semakin mendapat perhatian global. Tekanan yang terus menerus tanpa jeda dapat berdampak pada kondisi psikologis seseorang.

Dalam konteks ini, self-reward berfungsi sebagai survival mechanism. Bukan untuk lari dari masalah, tetapi sebagai cara memberi ruang bagi diri sendiri agar tetap bisa bertahan.

Menariknya, bentuk self-reward tidak selalu besar. Banyak yang justru menemukan kebahagiaan dari hal hal sederhana seperti makan makanan favorit, menonton film sendiri, atau sekadar tidur dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.

Di sisi lain, muncul juga tren solo traveling sebagai bentuk pencarian ruang pribadi. Pergi sendiri bukan lagi dianggap aneh, tetapi sebagai cara untuk mengenal diri dan keluar dari rutinitas.

Baca Juga: Banyak Yang Mengekspresikan Kasih Sayang Di Media Sosial, Mari Menalaah Budaya Soft-Gifting Melalui Lagu Gala Bunga Matahari

Hal ini menunjukkan bahwa generasi saat ini mulai lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental. Mereka tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga pada keseimbangan hidup.

Dengan demikian, perubahan cara pandang terhadap self-reward menunjukkan bahwa kebutuhan manusia tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, mungkin memberi jeda pada diri sendiri bukan lagi pilihan, tetapi sebuah kebutuhan. Karena pada akhirnya, agar bisa terus berjalan, seseorang juga perlu berhenti sejenak untuk menghargai capaian dirinya sendiri. (Arp/lz)

Artikel ini ditulis oleh Arif Sri, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi di ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#tren #lagu #Bernadya #self reward #kesehatan mental