Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Energi Kolektif dalam Gerak yang Presisi pada Gerak-Gerak Tari Saman

Laila Zakiya • Kamis, 23 April 2026 | 14:11 WIB
Tari Saman. (From: Pinterest)
Tari Saman. (From: Pinterest)

 

SOLOBALAPAN.COM - Tari Saman merupakan salah satu tari tradisional Indonesia yang dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Tari ini berasal dari masyarakat Gayo di Aceh dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Keunikan utama Tari Saman terletak pada kekompakan gerak para penarinya. Tidak seperti tari pada umumnya, Tari Saman tidak menggunakan banyak perpindahan tempat, melainkan dimainkan dalam posisi duduk berjajar.

Gerakan dalam Tari Saman sangat cepat dan dinamis, dengan ritme yang berubah-ubah. Penari harus memiliki konsentrasi tinggi agar dapat mengikuti tempo yang semakin meningkat seiring berjalannya pertunjukan.

Selain gerakan, elemen vokal juga menjadi bagian penting dalam Tari Saman. Para penari menyanyikan syair-syair tertentu yang biasanya berisi pesan moral, nasihat, atau nilai-nilai keagamaan.

Secara historis, Tari Saman dikembangkan oleh ulama bernama Syekh Saman sebagai media dakwah. Hal ini menjadikan tari ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan spiritual.

Baca Juga: Kenapa Nadiem Makarim Menangis di Sidang Tipikor? Akui Lelah Setelah 7 Bulan Ditahan, Ini Update Lengkap Kasusnya

Tari Saman. (From: Pinterest)
Tari Saman. (From: Pinterest)

Dari segi struktur, Tari Saman memiliki pola yang terorganisir dengan baik. Setiap bagian memiliki nama dan fungsi tertentu, yang menunjukkan tingkat kompleksitas yang tinggi dalam koreografinya.

Kostum penari Tari Saman juga mencerminkan identitas budaya Gayo, dengan warna-warna cerah dan motif khas yang memiliki makna simbolis.

Yang menarik, Tari Saman sangat menekankan kerja sama tim. Tidak ada penari yang menonjol secara individu, karena kekuatan utama tari ini justru terletak pada kolektivitas.

Dalam perspektif seni pertunjukan, Tari Saman bisa dilihat sebagai bentuk koreografi tubuh kolektif yang sangat presisi. Sinkronisasi gerak menjadi kunci utama keberhasilan pertunjukan.

Baca Juga: Stadion Sriwedari Jadi Saksi Pembukaan Popda Solo, Target Juara Umum Jateng

Namun, di balik popularitasnya, Tari Saman juga menghadapi tantangan dalam hal pelestarian. Regenerasi penari menjadi hal penting agar tradisi ini tetap hidup.

Melalui pendidikan dan komunitas, Tari Saman terus diajarkan kepada generasi muda. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya.

Dengan energi, kekompakan, dan nilai yang terkandung di dalamnya, Tari Saman menjadi contoh bagaimana sebuah karya tari dapat mencerminkan identitas dan semangat kolektif suatu masyarakat. (sen/lz)

Artikel ini ditulis oleh Senda, mahasiswa Jurusan Tari di ISI Surakarta.

Editor : Laila Zakiya
#Tari Saman #unesco #budaya #sejarah #tari