SOLOBALAPAN.COM - Selama 157 menit penonton diajak untuk menemani dan menyaksikan aksi Ryland Grace (Ryan Gosling) dalam menyelesaikan misinya menyelamatkan bumi dalam Project Hail Mary.
Sutradara Phil Lord dan Christopher Miler telah rampung menggarap Sci-Fi terbaru mereka yang resmi tayang di bioskop pada 8 April 2026 lalu.
Film ini menggandeng Sony Pictures bersama aktor-aktor ternama Ryan Gosling, Sandra Huller, Lionel Boyce, Ken Leung, Milana Vayntrub, dan Liz Kingsman.
Rating film remaja ini ditulis oleh Drew Goddard yang mengangkat kisah dalam sebuah novel terlaris di New York Times karya Andy Weir. Salah satu peraih nominasi academy awards dengan dua sutradara peraih academy awards pula.
Ryland yang baru terbangun dari komanya, mendapati dirinya dalam sebuah kapal angkasa yang berjarak bertahun-tahun cahaya dari bumi.
Seorang guru sains yang bergelar Doktor Biologi Molekular ini menjadi satu-satunya harapan bagi seluruh umat manusia dan kelangsungan planet-planet di seluruh tata surya.
Film dengan sinematografi yang apik ini memanjakan mata para penonton dengan suguhan latar luar angkasa yang sangat luas.
Para penonton yang telah menyaksikan penyelamatan global ini merasa puas pada hari pertama tayang.
“bagus min, nonton hari pertama. Emang bagus filmnya. Ada haru, dan lucunya,” tulis pemilik akun Instagram bernama @iam.dareevan.
Permasalahan bermula saat pertama kali Ryland siuman dari komanya, ia jelas panik dan merasa bingung atas sebagian ingatannya yang belum kembali.
Film ini berlatar di Tau Ceti, salah sebuah bintang yang diketahui benar-benar ada di alam semesta ini.
Dikutip dari wikipedia, Tau Ceti adalah nama resmi dari bintang yang ada dalam katalog Bayer.
Nama alternatifnya HD 10700 atau Gliese 71. Bintang ini terletak di konstelasi Cetus (Paus atau monster laut) dan bisa dilihat dengan mata telanjang sebagai bintang yang kemilau magnitudonya 3,5.
Weir selaku penulis novel, memilih bintang dalam kehidupan nyata ini sebagai latar kejadian karena letaknya dengan bumi dan dinilai mirip dengan matahari.
Tetapi tetap saja, planet—planet sekitarnya dan makhluk—makhluk yang ada di dalam film merupakan fiksi belaka untuk mempercantik alur cerita.
Planet yang berlokasi 11,9 tahun cahaya jauhnya dari bumi ini menjadi salah satu dari berbagai bintang tunggal tipe G yang terdekat dengan matahari.
Tentu saja jarak antara bumi dan Tau Ceti yang dijangkau selama hampir 12 tahun ini, sama persis pada kenyataanya, bahkan teknologi canggih yang digunakan dalam film ini tetap menghabiskan waktu bertahun-tahun perjalanan.
Banyak hal-hal baru untuk dipelajari Ryland yang bukan austronot, namun pengetahuan yang dimilikinya menjadi satu-satunya ilmuwan yang memahami fenomena alam dalam alur cerita.
Ia yang awalnya menyadari bahwa takdirnya hanya menjadi guru di ruang kelas, berdebat dengan dirinya sendiri akan keselamatan umat manusia yang berada pada keputusan yang ia ambil, berangkat ke angkasa untuk berjuang, atau mati bersama sebagai ras manusia terakhir.
Banyak kekaguman yang ia temukan dalam kemampuan dirinya sendiri, ia terbukti dapat menaklukan Zero G hanya dalam waktu 5 jam. Dengan berlanjutnya perjalanan Ryland, ia juga menemukan keajaiban-keajaiban semesta yang belum ia saksikan sebelumnya. (riz/lz)
Editor : Laila Zakiya