Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Film 'Esok Tanpa Ibu' Resmi Tayang di Bioskop, Kisah Kehilangan yang Diam-Diam Bikin Penonton Berkaca-kaca

Laila Zakiya • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:46 WIB
Poster Film ‘Esok Tanpa Ibu’
Poster Film ‘Esok Tanpa Ibu’

SOLOBALAPAN.COM - Film baru berjudul Esok Tanpa Ibu resmi tayang hari ini, Kamis (22/01/2026) di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Film yang mengangkat tema keluarga ini menghadirkan kisah emosional tentang kehilangan sosok ibu dan kehidupan anak serta keluarga yang ditinggalkan setelahnya.

Disutradarai oleh Ho Wi-ding, Esok Tanpa Ibu menyuguhkan cerita yang dekat dengan realitas kehidupan, sederhana namun menyimpan banyak makna, dengan pendekatan visual yang tenang dan dialog yang minim, tetapi menyentuh sisi emosional penonton.

Naskah film ditulis oleh Gina S. Noer, bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief, yang dikenal konsisten mengangkat isu kemanusiaan, keluarga, dan luka batin yang kerap luput dari perhatian.

Film Esok Tanpa Ibu dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo yang memerankan sosok Laras, ibu dari tokoh utama, sekaligus menjadi suara AI i-BU, teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk merekam dan menghadirkan kembali memori serta suara ibu.

Peran ini menampilkan sisi emosional Dian Sastro sebagai figur ibu yang tetap “hadir” meski telah tiada.

Sementara itu, Ali Fikry berperan sebagai Rama, seorang remaja yang harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibunya.

Rama digambarkan sebagai anak yang pendiam, menyimpan duka, dan berusaha berdamai dengan rasa kehilangan yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata.

Ringgo Agus Rahman memerankan sosok ayah yang juga berjuang menata ulang kehidupan keluarga di tengah duka, didukung penampilan Aisha Nurra Datau dan Bima Sena sebagai karakter pendukung.

Secara garis besar, Esok Tanpa Ibu mengisahkan perjalanan sebuah keluarga dalam menghadapi kehilangan, khususnya dari sudut pandang anak.

Film ini menyoroti bagaimana kepergian seorang ibu tidak hanya meninggalkan kekosongan fisik, tetapi juga kekosongan emosional yang memengaruhi dinamika keluarga.

Kehadiran teknologi AI i-BU dalam cerita menjadi tanda kerinduan, sekaligus gambaran tentang bagaimana manusia mengabadikan ingatan dan rasa cinta terhadap orang yang telah pergi.

Uniknya, film ini juga mengangkat teknologi kecerdasan buatan sebagai penegas pesan utama bahwa kasih sayang seorang ibu tidak dapat diganikan oleh apapun, termasuk teknologi canggih.

Melalui Esok Tanpa Ibu, penonton diajak merenungkan arti kehilangan, berduka, dan pentingnya komunikasi dalam keluarga.

Film ini juga menyoroti realitas anak yang harus dituntut menjadi dewasa akibat kehilangan orang tua, serta luka batin yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitar.

Dengan akting yang kuat, cerita yang menyentuh, dan pesan kemanusiaan yang relevan, Esok Tanpa Ibu diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi penonton tentang makna kehadiran seorang ibu dalam kehidupan.

Film Esok Tanpa Ibu kini dapat disaksikan di jaringan bioskop nasional mulai hari ini. (mg/lz)

Magang/Izza Aziza Queen Sophia

Editor : Laila Zakiya
#ai #esok tanpa ibu #sinopsis #bioskop #film baru