SOLOBALAPAN.COM - Nama besar Malin Kundang sudah melekat sebagai salah satu cerita rakyat paling terkenal di Indonesia.
Namun pada 2025, legenda ini hadir dalam bentuk yang sangat berbeda.
Bukan lagi drama klasik tentang anak durhaka, tetapi interpretasi baru yang lebih kelam, misterius, dan emosional.
Joko Anwar bersama Come and See Pictures menggagas proyek ambisius berjudul Legenda Kelam Malin Kundang, yang memadukan unsur thriller psikologis dan drama keluarga.
Film ini digarap oleh dua sutradara muda, Rafki Hidayat dan Kevin Rahardj*, dan akan tayang di bioskop mulai 27 November 2025.
Tidak mengadaptasi cerita rakyat secara langsung, film ini membaca ulang mitos Malin Kundang lewat kacamata modern, menghadirkan tema trauma lintas generasi, hubungan ibu-anak, dan pertanyaan besar tentang identitas keluarga.
Sinopsis: Ketika Seorang Ibu Datang Membawa Rahasia Kelam
Film ini memperkenalkan tokoh Alif, seorang pelukis micro painting yang dikenal mendunia.
Hidupnya berubah drastis setelah pulih dari kecelakaan yang merenggut sebagian besar memorinya.
Ketika ia berusaha kembali menata hidup bersama istrinya Nadine dan putranya Emir, seorang perempuan tua datang dan mengaku sebagai ibunya.
Alif tak bisa mengingat wajah ibunya yang ia tinggalkan 18 tahun lalu.
Ketidakpastian identitas perempuan itu menyeretnya pada sebuah rahasia keluarga yang kelam—sebuah misteri yang membuatnya mempertanyakan masa lalu, hubungan darah, dan bahkan keselamatan keluarganya.
Pertanyaan besar pun muncul:
Benarkah perempuan itu ibunya? Atau ada sesuatu yang jauh lebih berbahaya di balik kehadirannya?
Film ini mengajak penonton merasakan kebingungan, paranoia, dan trauma yang selama ini berusaha dikubur Alif.
Sentuhan Joko Anwar: Membaca Ulang Trauma Keluarga
Dalam press screening, Joko Anwar menegaskan bahwa film ini membuka ruang diskusi besar mengenai dinamika keluarga.
“Hubungan antar generasi orangtua dan anak adalah hal yang paling relevan saat ini untuk kita bicarakan, dalam sebuah negara, kualitas Masyarakat ditentukan dari level unit terkecil, keluarga,” kata Joko Anwar.
Ia juga menyoroti bagaimana generasi masa kini masih memikul warisan luka dari generasi sebelumnya.
“Kita semua sedang berhadapan dengan trauma yang diwariskan dari generasi sebelumnya. Film ini menjadi pintu masuk untuk bisa mengingatkan bahwa terkadang kita harus melihat masalah kita sebagai individu sebagai kemungkinan bagian dari masalah yang ada dalam tatanan generasi sehingga ada generational gap,” lanjutnya.
Lewat konsep ini, Legenda Kelam Malin Kundang bukan sekadar thriller misteri—melainkan cermin gelap yang memperlihatkan bagaimana luka keluarga dapat menghantui generasi berikutnya.
Duo Sutradara Muda yang Mengusung Standar Tinggi
Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo mendapat kepercayaan besar untuk menggarap film penuh atmosfer kelam ini.
“Come and See Pictures telah memproduksi film-film yang dicintai penonton. Untuk itu, kami harus menjaga level tersebut,” ungkap Rafki Hidayat.
Kevin menambahkan bahwa proses kreatif mereka dipersiapkan secara matang dari awal pengerjaan.
“Sejak awal kami sudah merencanakan film ini dengan matang, kami membuat videoboard yang juga ini akan memudahkan saat proses syuting,” ujar Kevin Rahardjo.
Mereka mengakui banyak melakukan diskusi teknis untuk menjaga kualitas visual dan tensi cerita agar tetap konsisten.
Baca Juga: RESMI! Surat Usulan Kenaikan Gaji PNS 2026 Sudah Masuk Kemenkeu, Ini Komentar Menkeu Purbaya
Peran Rio Dewanto sebagai Alif: Seniman yang Menyimpan Lapisan Luka
Sebagai pemeran utama, Rio Dewanto menyebut kolaborasinya dengan dua sutradara berjalan lancar dan penuh pemahaman mendalam soal karakter.
Ia menekankan bahwa profesi Alif sebagai seniman micro painting tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga simbol cara ia melihat dunia.
“Profesi micro painter ini dihadirkan bukan hanya sebagai latar belakang, tetapi juga sebagai refleksi dari cara Alif memandang dunia dengan detail, sabar, dan penuh lapisan makna. Ini akan menjadi bagian dari teka-teki yang bisa penonton temukan sepanjang film,” kata Rio Dewanto.
Daftar Pemain Legenda Kelam Malin Kundang
* Rio Dewanto sebagai Alif
* Faradina Mufti sebagai Nadine
* Vonny Anggraini sebagai Amak
* Jordan Omar sebagai Emir
* Nova Eliza
* Gambit Saifullah
* Tony Merle
* Sultan Hamonangan
* Henry Manampiring
Film ini tayang serentak di berbagai bioskop XXI mulai tanggal 27 November 2025.
Penonton bisa memilih lokasi mulai dari Bassura XXI, Blok M Square, Kelapa Gading XXI, hingga Plaza Senayan XXI.
Legenda Kelam Malin Kundang menjadi salah satu film Indonesia paling dinantikan menjelang akhir 2025.
Dengan interpretasi baru atas cerita rakyat klasik, film ini menggali isu trauma generasi, ingatan yang hilang, hingga misteri keluarga yang membelit Alif.
Siapkan diri menyelami kisah kelam yang intens, penuh pertanyaan, dan sarat makna—mulai 27 November 2025 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. (*)
Editor : Laila Zakiya