Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

9 Fenomena Bulan di Bulan November yang Nggak Boleh Kelewatan, Ada yang di Tanggal 6 November! Yuk Siap-siap Stargazing

Laila Zakiya • Kamis, 6 November 2025 | 18:48 WIB
Ilustrasi - Fenomena bulan. Ini 9 fenomena bulan yang siap manjakan mata di Bulan November.
Ilustrasi - Fenomena bulan. Ini 9 fenomena bulan yang siap manjakan mata di Bulan November.

SOLOBALAPAN.COM - Langit November menjanjikan suguhan kosmik yang spektakuler, terentang tak hanya tiga atau lima malam, melainkan sembilan peristiwa penting sepanjang bulan ini.

Dari Super Beaver Moon yang paling terang tahun ini hingga kembalinya rasi bintang ikonis, para stargazer dijamin akan disuguhi pemandangan langit malam yang menakjubkan.

Mengutip laporan dari National Geographic, inilah sembilan peristiwa langit malam di bulan November yang wajib Anda saksikan.

Pekan Pertama: Bintang Jatuh dan Bulan Raksasa

1. Hujan Meteor Southern Taurid (4–5 November)

Fenomena pembuka ini tergolong langka dan "tak boleh dilewatkan."

Hujan meteor Southern Taurid mencapai puncak keduanya tahun ini dalam kategori "swarm year," sebuah momen yang dapat menggandakan jumlah meteor yang terlihat per jam.

Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah membentang dari malam 4 November hingga dini hari 5 November.

Fenomena ini tidak akan kembali hingga tahun 2032!

2. Super Beaver Moon (4–5 November)

Inilah bintang utama November! Beaver Moon kali ini memenuhi syarat sebagai supermoon, menjadikannya Bulan Purnama paling terang dan terdekat dengan Bumi pada tahun 2025.

Meskipun Bulan mencapai puncak iluminasinya pada pukul 13:19 UTC pada 5 November, ia akan terlihat penuh dan terbesar di langit malam pada 4 dan 5 November.

Perbedaan ukurannya mungkin tipis bagi mata telanjang, tetapi tingkat kecerahannya yang meningkat hingga 16 persen akan sangat terasa—cukup terang untuk menciptakan bayangan samar di tanah.

Nama "Beaver Moon" sendiri, yang secara tradisional digunakan oleh berbagai suku Pribumi Amerika Utara, menandai musim ketika berang-berang (beaver) membangun sarang musim dingin.

Momen ini benar-benar tidak boleh dilewatkan, sebab Bulan tidak akan terlihat sebesar dan secerah ini lagi hingga 24 November 2026!

3. Bulan Berdekatan dengan Pleiades (6 November)

Inilah yang terjadi persis pada hari ini! Di malam 6 November, Bulan dan gugus bintang Pleiades akan tampak berdekatan, hanya berjarak kurang dari satu derajat, atau tepatnya 49 menit busur.

Dikenal juga sebagai "Seven Stars" atau Bintang Tujuh, Pleiades adalah gugus bintang terbuka yang terdiri dari lebih dari 1.000 bintang muda.

Meskipun namanya menunjukkan tujuh, hanya enam bintang paling terangnya yang dapat dilihat dengan mata telanjang, membentuk salah satu pola paling mudah dikenali di langit.

Bersama bintang oranye terang Aldebaran (mata banteng), ketiganya akan membentuk segitiga langit yang mencolok.

Tengah Bulan: Hujan Meteor Berlanjut

4. Hujan Meteor Northern Taurid (11–12 November)

Hujan meteor kedua di November ini akan mencapai puncaknya dengan frekuensi rendah, hanya sekitar lima meteor per jam.

Namun, perannya sebagai kelanjutan Taurids dan tumpang tindihnya dengan Southern Taurids meningkatkan kemungkinan munculnya bola api yang sangat terang (fireballs).

5. Hujan Meteor Leonid (17–18 November)

Selang beberapa hari, hujan meteor lain siap menyapa para pengamat.

Leonid akan mencapai puncaknya semalam suntuk dari 17 hingga 18 November.

Peristiwa tahunan ini disebabkan oleh Bumi yang melintasi jalur puing-puing Komet Tempel-Tuttle.

Meski bukan pertemuan langka, Leonid selalu menyajikan tontonan yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Akhir Bulan: Bulan Mikro hingga Planet Hijau

6. Micro New Moon (20 November)

Istilah 'mikro' merujuk pada posisi Bulan yang berada di dekat apogee lunar, yaitu titik terjauhnya dari Bumi.

Akibatnya, Bulan Baru ini tampak sekitar 7 persen lebih kecil, membuatnya hampir tidak terlihat oleh pengamat.

Namun, hilangnya cahaya Bulan justru menjadi keuntungan besar.

Langit yang benar-benar gelap akan menjadi kanvas sempurna untuk melihat objek langit jauh (deep-sky objects), seperti gugus bintang dan galaksi yang jauh.

7. Oposisi Uranus (21 November)

Pada 21 November, dari sudut pandang Bumi, Planet Uranus akan mencapai oposisi—berada tepat di seberang Matahari.

Peristiwa ini membuatnya tampak seperti bintang di konstelasi Aries.

Dengan menggunakan teropong atau teleskop kecil, Uranus akan terlihat sebagai cakram biru-hijau pucat.

8. Gugus Bintang Hyades (27 November)

Menjelang akhir bulan, suguhan langit masih berlanjut.

Tepat pada tengah malam 27 November, gugus bintang Hyades akan membentuk pola menyerupai huruf 'V' dalam konstelasi Taurus (Si Banteng), menyerupai wajah banteng.

9. Kembalinya Konstelasi Musiman

Di luar peristiwa spesifik di atas, November juga menandai kembalinya konstelasi musiman yang ikonis di kedua belahan Bumi.

Di antara rasi bintang yang kembali muncul adalah Orion dan Taurus.

November sungguh menjanjikan serangkaian keajaiban langit yang luar biasa. Baik Anda seorang astronom sejati atau sekadar menikmati jeda untuk mengagumi kosmos, bulan ini menawarkan banyak alasan untuk menengadah ke atas! (lz)

Editor : Laila Zakiya
#stargazing #November 2025 #fenomena bulan