SOLOBALAPAN.COM – Jagat perfilman Indonesia pernah dikejutkan oleh sebuah film drama sarat emosi, ‘Arie Hanggara.'
Film yang dirilis pada tahun 1985 ini menceritakan kisah nyata tentang kematian tragis seorang anak berumur delapan tahun, Arie Hanggara, yang menarik perhatian masyarakat pada akhir tahun 1984.
Kepiawaian sineas Indonesia dalam mengangkat isu nyata ini menjadikan film tersebut sebagai arsip berharga dalam sejarah perfilman nasional.
Sinopsis
Film ini mengisahkan tragedi nyata seorang anak bernama Arie Hanggara yang menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya, Machtino, dan ibu tirinya, Santi.
Arie, yang berasal dari keluarga broken home, sering dihukum fisik dan emosional atas kesalahan kecil seperti memalsukan tanda tangan atau mencuri uang.
Meski berusaha berbuat baik, seperti mengembalikan dompet yang ditemukan, ia tetap dihukum dan diperlakukan dengan kasar.
Klimaksnya terjadi pada 8 November 1984, ketika Arie meninggal dunia akibat luka-luka parah yang dideritanya, meninggalkan luka mendalam dan menjadi sorotan media nasional.
Dari Tragedi Nyata ke Layar Lebar
Film 'Arie Hanggara' disutradarai Frank Rorimpandey dengan naskah yang ditulis oleh Arswendo Atmowiloto.
Film ini diproduksi oleh PT Manggala Perkasa Film berkolaborasi dengan PT Tobali Indah Film, dengan Bob Haryanto dan T.K. Gunawan Prihatna sebagai produser.
Penata musik diemban oleh Idris Sardi, maestro musik film Indonesia yang mampu menyuguhkan ilustrasi kaya emosi dan ketegangan.
Dengan durasi sekitar 100 menit, film ini berupaya menggambarkan bagaimana kekerasan dalam keluarga dapat menghancurkan masa depan seorang anak.
Baca Juga: Geger! Aktivis Paul Ditangkap Paksa Polda Jatim di Jogja, LBH Surabaya Protes Keras
Daftar Pemain ‘Arie Hanggara’
* Yan Cherry Budiono
* Deddy Mizwar
* Joice Erna
* Ripan Gunawan
* Srirahayu Wulansari
* Anissa Sitawati
* Cok Simbara
* Zaenal Abidin
* Nani Wijaya
* Mien Brodjo
* Sofia W.D.
* Rachmat Hidajat
* Julie Soleh
* Anton Indracaya
* Janter Simorangkir
* Ferry Iskandar
Kehadiran Yan Cherry Budiono sebagai Arie Hanggara menjadi fokus emosi dalam film ini.
Aksinya yang tulus dan alami membuat penonton merasakan kesedihan seorang anak yang tidak berdaya menghadapi kekerasan.
Potret Kekerasan dan Suara Perlindungan Anak
Lebih dari sekadar film, ‘Arie Hanggara’ muncul sebagai pengingat bahwa perlindungan anak sangatlah penting.
Tragedi ini menggambarkan betapa lemahnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam menghentikan kekerasan yang terjadi di hadapan kita.
Film ini tidak hanya menyajikan emosi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu sosial yang pada waktu itu jarang diperbincangkan.
Jejak dan Warisan Film
Sejak dirilis, ‘Arie Hanggara’ diterima dengan baik oleh masyarakat.
Banyak yang menilai film ini sebagai karya penting yang menyuarakan luka sosial Indonesia melalui medium sinema.
Hingga kini, ‘Arie Hanggara’ dikenang sebagai film berani yang bukan hanya merekam tragedi, tetapi juga menghidupkan isu perlindungan anak di layar lebar. (mg2/lz)
Editor : Laila Zakiya