Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mulai dari Anemia Hingga Asam Lambung, Ini Dia Risiko Minum Teh Setelah Makan

Laila Zakiya • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:18 WIB
Ilustrasi secangkir teh.
Ilustrasi secangkir teh.

SOLOBALAPAN.COM – Kebiasaan meminum teh setelah makan seolah tak bisa lepas dari sebagian orang.

Teh menjadi salah satu minuman yang banyak digemari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil hingga orang tua.

Tidak hanya berkhasiat, teh juga cocok untuk dijadikan minuman pencuci mulut setelah makan.

Namun, tahukah kamu? Minum teh setelah makan ternyata menjadi kebiasaan yang tidak dianjurkan.

Hal ini dibuktikan oleh sejumlah penelitian, salah satunya adalah penelitian yang dipublikasikan Critical reviews in food science and nutrition berjudul Effect of tea and other dietary factors on iron absorption.

Dikutip dari halodoc.com, kandungan asam fitat pada teh dapat mengganggu penyerapan zat gizi pada tubuh.

Melansir juga dari laman Tempo, teh juga memiliki kandungan zat tanin dan polifenol yang dapat mengikat protein dan zat besi dari makanan yang dikonsumsi.

Akibatnya, tubuh kesulitan untuk menyerap nutrisi secara optimal.

Dan menyebabkan kandungan gizi makanan menjadi sia-sia.

Salah satu risiko dari kebiasaan meminum teh setelah makan adalah anemia.

Penyerapan zat besi yang terganggu menyebabkan tubuh kekurangan sel darah merah sehat.

Beberapa gejala anemia akibat kekurangan zat besi diantaranya yaitu lemas, pucat, kurang konsentrasi, dan mudah lelah. Jika parah, hal ini dapat memicu terjadinya kegagalan organ.

Selain anemia, minum teh setelah makan juga berpotensi menimbulkan gangguan pada pencernaan.

Teh yang dikonsumsi setelah makan dapat memicu asam lambung naik.

Ketika produksi asam lambung meningkat, hal ini dapat menimbulkan risiko gangguan saluran cerna seperti gastritis dan GERD.

Bagi sebagian orang, meminum teh setelah makan dapat memicu konstipasi atau sembelit.

Hal ini dikarenakan mekanisme kerja tanin di dalam teh yang mengumpulkan protein di sekitarnya bermanfaat sebagai antidiare.

Sebenarnya, kebiasaan minum teh setelah makan tidak sepenuhnya dilarang.

Selama dibarengi dengan konsumsi makanan seimbang yang memiliki sumber nabati, hewani, serta vitamin C dari sayur dan buah, dampaknya dapat diminimalisir.

Namun, sebaiknya diberi jeda antara waktu makan dengan minum teh. Adapun waktu terbaik yang disarankan adalah sekitar 30 menit sampai dua jam setelah makan. (apw/lz)

Editor : Laila Zakiya
#kandungan #teh #tips kesehatan