SOLOBALAPAN.COM – Semenjak berganti nama menjadi X pada tahun 2023, sebagian besar pengguna media sosial masih menyebut platform ini dengan nama lamanya, Twitter.
Perubahan nama yang cukup kontroversial ini ternyata belum bisa diterima baik oleh publik hingga saat ini.
Fenomena ini terjadi bukan tanpa alasan. Nama “Twitter” telah dikenal lebih dari satu dekade dan melekat dalam ingatan penggunanya.
Selain itu, istilah “ngetweet” juga telah menjadi bagian dari budaya digital masyarakat Indonesia.
Rebranding yang dilakukan oleh Elon Musk (Pemilik X) pada pertengahan tahun 2023 lalu ternyata tidak mendapatkan respon baik dari publik.
Meskipun logo dan nama aplikasi sudah berubah secara resmi, orang-orang menganggap nama “X” belum bisa memberikan dampak terhadap kebiasaan pengguna.
Padahal, identitas baru yang diusung oleh Elon Musk bertujuan untuk menjadikan X sebagai aplikasi serba bisa.
Namun, branding Twitter sebagai platform microblogging masih sangat kuat.
Nah, berikut ini beberapa alasan mengapa orang-orang masih menyebut X dengan Twitter:
1. Kebiasaan dan memori kolektif
Platform Twitter telah digunakan sejak tahun 2006 sehingga nama dan logo burung biru sangat melekat dalam ingatan penggunanya.
Jadi, perubahan nama menjadi “X” pada tahun 2023 terasa mendadak dan sulit diterima oleh pengguna yang sudah terbiasa dengan “Twitter”.
2. Rebranding yang kurang intuitif
Nama “X” dinilai terlalu umum dan tidak secara langsung mengingatkan pada fungsi utama aplikasi, yaitu microblogging atau platform diskusi publik.
Sementara itu, nama “Twitter” memiliki nama yang selaras dengan kata tweet atau kicauan.
3. Identitas dan sejarah digital
Lebih dari satu dekade Twitter telah menjadi bagian dari budaya digital—orang biasanya mengatakan ngetweet bukan nge-X—sehingga butuh waktu lama untuk menggantinya.
4. Penolakan perubahan oleh pengguna
Sebagian pengguna tidak menyetujui keputusan Elon Musk mengganti nama menjadi “X”, sehingga sebagai bentuk resistensi mereka tetap menyebutnya dengan “Twitter”.
Dengan demikian, meskipun rebranding telah dilakukan secara resmi, nama “Twitter” akan selalu hidup dalam memori penggunanya. (ag/lz)
Editor : Laila Zakiya