SOLOBALAPAN.COM – Punya masalah rambut rontok atau penipisan rambut yang bikin frustasi Tenang, kamu nggak sendirian.
Bahkan seorang dermatologist pun mengaku pernah menghadapi hal yang sama—dan salah satu solusi ampuhnya adalah pemakaian dermaroller, asal tahu cara pakainya yang benar!
Melalui unggahan video di akun Instagram @dermatologysurgeon, seorang dokter kulit berbagi pengalaman pribadinya dalam mengatasi kerontokan rambut akibat hormon dan stres.
Ia menekankan pentingnya teknik dan urutan pemakaian dermaroller agar hasilnya maksimal, terutama untuk menumbuhkan rambut baru.
1. Pilih Dermaroller dengan Jarum 0.25–0.5 mm
Jangan asal beli dermaroller! Menurut sang dokter, panjang jarum ideal untuk merangsang pertumbuhan rambut adalah 0.25 sampai 0.5 mm.
Ukuran ini cukup lembut untuk kulit kepala, tapi tetap efektif untuk meningkatkan penyerapan produk penumbuh rambut.
“Dermarollers can help you achieve thicker hair, but it is important to use one correctly,” ungkapnya.
Ia juga merekomendasikan beberapa brand, seperti Vegamour GRO+ Advanced Dermaroller dan Happy Head, yang menurutnya cukup efektif dan aman digunakan secara rutin.
2. Selalu Disinfeksi Sebelum dan Sesudah Pemakaian
Kebersihan adalah kunci. Sebelum menggunakan dermaroller, semprotkan alkohol isopropil 70% untuk membunuh kuman.
Disarankan menggunakan botol spray agar lebih praktis. Setelah digunakan, ulangi proses disinfeksi sebelum menyimpan alat.
3. Aplikasikan dengan Gerakan yang Tepat
Mulai dari kulit kepala yang bersih, bagi rambut agar kulit kepala mudah dijangkau.
Lalu, gelindingkan dermaroller lima kali secara horizontal dan lima kali secara vertikal di setiap bagian yang mengalami penipisan. Ulangi proses ini secara menyeluruh.
4. Lanjutkan dengan Produk Penumbuh Rambut
Setelah dermarolling, segera aplikasikan produk topikal untuk menumbuhkan rambut.
Dermatologist ini menyarankan minoxidil 5% foam seperti produk dari Kirkland karena harganya terjangkau. Tapi hati-hati ya, minoxidil beracun bagi hewan peliharaan.
Kalau kamu mencari alternatif tanpa minoxidil, pilih serum rambut yang mengandung DHT blocker, antioksidan, peptida, atau kafein.
5. Frekuensi Pemakaian yang Aman
Untuk pemula, cukup gunakan sekali seminggu. Setelah kulit terbiasa, kamu bisa meningkatkan frekuensinya secara bertahap.
Oh ya, ganti kepala dermaroller setiap bulan untuk menjaga kualitas dan kebersihan alat.
Kesimpulan: Dermaroller memang bisa jadi solusi efektif untuk mengatasi rambut tipis, asal digunakan dengan cara yang benar. Yuk, jangan asal pakai! Lakukan langkah-langkah di atas secara rutin dan hati-hati agar hasilnya nggak sia-sia. (lz)