SOLOBALAPAN.COM - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu waktu paling istimewa dalam Islam.
Di dalamnya terdapat berbagai amalan ibadah yang sangat dianjurkan, salah satunya adalah puasa sunnah selama sembilan hari pertama Dzulhijjah, menjelang perayaan Idul Adha.
Menurut buku Seri Fiqih Kehidupan karya Ahmad Sarwat, Rasulullah SAW bersabda:
"Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya." (HR Muslim)
Sampai Kapan Puasa Dzulhijjah?
Umat Islam disunnahkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, sebab 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang diharamkan untuk berpuasa.
Demikian pula tiga hari setelah Idul Adha yang dikenal sebagai hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) juga diharamkan untuk berpuasa.
Puncaknya adalah puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
Kedua puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Dalam hadits riwayat Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya." (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi)
Jadwal Lengkap Puasa Dzulhijjah 2025 (1446 H)
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, jadwal lengkap puasa Dzulhijjah 2025 adalah sebagai berikut:
* Rabu, 28 Mei 2025 – Puasa Dzulhijjah hari pertama
* Kamis, 29 Mei 2025 – Puasa hari kedua (bertepatan dengan puasa Kamis)
* Jumat, 30 Mei 2025 – Puasa hari ketiga
* Sabtu, 31 Mei 2025 – Puasa hari keempat
* Minggu, 1 Juni 2025 – Puasa hari kelima
* Senin, 2 Juni 2025 – Puasa hari keenam (bertepatan dengan puasa Senin)
* Selasa, 3 Juni 2025 – Puasa hari ketujuh
* Rabu, 4 Juni 2025 – Puasa Tarwiyah
* Kamis, 5 Juni 2025 – Puasa Arafah
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
1. Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذُوالْحِجَّةٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi Ta'ala
Artinya: "Saya berniat melakukan puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aala
Artinya: "Aku berniat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala."
Waktu membaca niat puasa sunnah bisa dilakukan pada malam hari sebelum imsak atau pada siang hari sebelum matahari tergelincir, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
1. Setara dengan puasa selama satu tahun
Dalam Fiqh Ibadah karya Nur Hidayah dan Khairul Imam disebutkan bahwa puasa sehari dalam 10 hari pertama Dzulhijjah menyamai puasa setahun.
2. Amalan yang sangat dicintai Allah SWT
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tidak ada amal saleh yang lebih disukai Allah dibandingkan amal yang dilakukan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
3. Menghapus dosa dua tahun
Khusus untuk puasa Arafah, keutamaannya adalah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR Muslim) (lz)
Sumber : Solo Balapan