SOLOBALAPAN.COM - Umbara Brothers Film kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan proyek film terbarunya yang mengangkat salah satu kasus kriminal paling mencuat dalam beberapa tahun terakhir: penganiayaan brutal yang dilakukan Mario Dandy terhadap David Ozora.
Film ini diberi judul “Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel” dan akan digarap oleh sutradara kawakan Anggy Umbara.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Umbara Brothers Film, bertepatan dengan acara pemutaran khusus film “Gundik” yang digelar di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 16 Mei 2025.
Teaser perdana "Ozora" pun turut diputar sebelum pemutaran film utama, memperlihatkan sekilas atmosfer kelam dan tegang yang akan mewarnai film.
Kisah dalam "Ozora" terinspirasi dari peristiwa nyata yang mengejutkan publik: rekaman penganiayaan terhadap David Ozora oleh Mario Dandy, anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak, yang viral di media sosial.
Kekerasan yang terjadi tidak hanya menimbulkan kemarahan publik karena brutalitasnya, tetapi juga memicu kritik keras terhadap gaya hidup mewah dan penyalahgunaan kekuasaan oleh anak pejabat.
Film ini menghadirkan Mathias Muchus dalam peran sentral di ruang sidang, memperlihatkan nuansa pengadilan yang mencekam.
Aktor Chicco Jerikho juga tampil mencuri perhatian dengan peran intens dan fisik bertato, mencerminkan karakter penuh konflik.
Selain mereka, Muzakki Ramdhan dan Tika Bravani turut memperkuat jajaran pemeran, menjanjikan penampilan penuh kedalaman emosional.
Anggy Umbara menyebut film ini sebagai bentuk refleksi sosial, bukan sekadar hiburan.
Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk membuka ruang diskusi mengenai kekerasan, privilege, dan ketimpangan sosial yang sering kali tidak disadari masyarakat.
"Kita tidak sedang menghakimi siapa-siapa dalam film ini, tapi lebih ingin membuka ruang dialog: bagaimana bisa kasus semacam ini terjadi, dan apa peran masyarakat dalam mencegahnya?” ujar Anggy dalam wawancara usai screening.
Meski belum diumumkan secara resmi tanggal rilisnya, film "Ozora" dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2025.
Fokus ceritanya akan menelusuri sisi kekejaman, manipulasi, hingga dampak viral dari aksi kekerasan yang menghebohkan tersebut.
Dengan jajaran pemain papan atas dan tangan dingin Anggy Umbara di balik layar, “Ozora” diprediksi akan menjadi film yang bukan hanya menyentuh sisi emosional penonton, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif akan realitas ketimpangan sosial dan budaya kekuasaan di Indonesia.
Film ini sekaligus memperkuat posisi Umbara Brothers Film sebagai rumah produksi yang konsisten menyuarakan kritik sosial lewat medium sinema.
Bila dikerjakan dengan sensitivitas dan tanggung jawab etis yang tinggi, “Ozora” bisa menjadi karya penting dalam lanskap perfilman nasional—baik dari sisi artistik maupun sosial.
Kita tunggu bagaimana film ini akan mengeksekusi narasi yang sangat sensitif, sekaligus berharap ia dapat menjadi pemicu diskusi yang lebih luas tentang keadilan, hukum, dan kesetaraan sosial di negeri ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo