SOLOBALAPAN.COM - Penyanyi dan penulis lagu Bernadya baru-baru ini angkat bicara menanggapi tuduhan yang menyebut karya-karyanya hanya hasil terjemahan dari lagu-lagu internasional.
Tuduhan tersebut mencuat lewat platform X (sebelumnya Twitter) pada 13 Mei 2025, setelah akun @IndoPopBase membuka diskusi dengan meminta pendapat tidak populer (unpopular opinion) soal Bernadya.
Salah satu komentar menyebut bahwa lirik lagu Bernadya terdengar mirip dengan lagu August milik Taylor Swift.
Unggahan itu pun langsung memicu perdebatan di kalangan netizen, memunculkan keraguan terhadap orisinalitas karya penyanyi yang tengah naik daun ini.
Melalui akun pribadinya @bearnotber, Bernadya merespons tuduhan tersebut dengan nada kecewa.
Baca Juga: Daftar Penghargaan yang Berhasil Dibawa Pulang oleh Bernadya dalam AMI Awards 2024! Bikin Fans Kagum
Ia menegaskan bahwa proses kreatif di balik lagu-lagunya tidak semudah yang dibayangkan orang.
“Cape-cape mikir lirik lagu terus dibilang hanya menerjemahkan dari lagu musisi luar terus tinggal bikin nadanya,” tulisnya.
Lebih lanjut, pelantun Satu Bulan ini mengakui bahwa ia memang kerap mengambil inspirasi dari musisi lain, namun hal itu bukan berarti dirinya menjiplak.
"Ga munafik, ada kok beberapa karyaku yang musik atau liriknya terinspirasi dari musisi lain, tapi aku sangat terbuka tentang itu (siapa dan apa referensinya)," tambah Bernadya.
Sampai saat ini, label yang menaunginya, Juni Records, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kontroversi tersebut.
Meski begitu, para penggemarnya—yang dikenal dengan sebutan Bersenadya—ramai membela sang idola.
Mereka menyebut lirik-lirik Bernadya justru memiliki gaya penulisan yang khas, puitis, dan sangat relevan dengan realitas percintaan anak muda masa kini.
Isu kemiripan lagu memang bukan hal baru di industri musik.
Namun, perlu dibedakan antara menjiplak secara langsung dengan proses kreatif yang terinspirasi oleh karya lain.
Dalam dunia seni, pengaruh antar musisi kerap menjadi hal wajar, selama tetap menjaga etika dan orisinalitas.
Yang pasti, dalam kasus Bernadya, publik dan penikmat musik tanah air perlu memberi ruang bagi klarifikasi dan menghargai proses kreatif yang telah dilaluinya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo