Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Waspada Minum Air Dingin Saat Cuaca Panas, ini Resikonya !

Rudi Hartono RS • Selasa, 13 Mei 2025 | 19:10 WIB

Hati-hatiI: Cuaca panas tidak dianjurkan minum air dingin karena bisa berdampak pada kesehatan.
Hati-hatiI: Cuaca panas tidak dianjurkan minum air dingin karena bisa berdampak pada kesehatan.

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah teriknya cuaca, segelas air dingin kerap menjadi pelipur dahaga. Namun di balik sensasi segarnya, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Para pakar mengingatkan, kebiasaan mengonsumsi air dingin saat tubuh berada dalam kondisi panas ekstrem justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Ketika suhu udara tinggi, tubuh secara alami bekerja keras untuk menjaga kestabilan suhu internal. Proses ini melibatkan peningkatan metabolisme dan pelepasan panas tubuh melalui keringat.

Baca Juga: Selain Kolonel Antonius Hermawan, Ada 3 Personel TNI AD yang Gugur dalam Ledakan Amunisi Garut, Ini Kronologinya

Dalam kondisi seperti ini, mengonsumsi air dingin dapat memicu reaksi fisiologis yang tidak diharapkan.

Tubuh membutuhkan penyesuaian ketika menerima cairan bersuhu rendah, dan hal ini bisa memengaruhi sistem pencernaan,” ujar dr. Patria Bayu Murdi.

Menurutnya, air dingin—terutama yang mendekati suhu 4 derajat Celsius—dapat menyebabkan otot perut berkontraksi. Kontraksi ini bisa menghambat proses pencernaan, memperlambat pergerakan usus, dan berisiko menimbulkan sembelit.

Baca Juga: Unggahan Instagram Terakhir Kolonel Antonius Hermawan Sebelum Gugur dalam Ledakan Amunisi di Garut, Bikin Haru

Tak hanya itu, air dingin juga bisa menstimulasi saraf vagus—bagian dari sistem saraf otonom—yang memengaruhi detak jantung. “Stimulasi mendadak pada saraf ini bisa menurunkan detak jantung secara tiba-tiba, menimbulkan rasa tidak nyaman hingga pusing,” jelas Bayu.

Fenomena lain yang juga patut diwaspadai adalah “brain freeze”, yakni rasa nyeri tajam di kepala akibat paparan suhu ekstrem yang tiba-tiba mengenai langit-langit mulut dan tenggorokan.

Dari sisi metabolisme, Bayu menambahkan bahwa konsumsi air dingin diduga dapat memperlambat proses pembakaran lemak. Akibatnya, lemak cenderung lebih mudah mengendap, sementara efisiensi metabolisme tubuh menurun. Selain itu, air dingin juga dapat mengurangi efektivitas proses rehidrasi dan meningkatkan risiko radang tenggorokan.

Baca Juga: Siapa Melanie Hamrick? Mick Jagger Pamer Tunangan yang Beda Usia 44 Tahun

Minum air dingin memang menyegarkan, tetapi sebaiknya tetap mempertimbangkan dampaknya. Pilihlah air bersuhu ruang atau sedikit hangat, terutama saat tubuh dalam kondisi panas,” sarannya.

Dengan berbagai potensi risiko tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan tidak secara instan menjadikan air dingin sebagai solusi utama menghadapi cuaca panas. Prioritaskan kesehatan dengan memilih asupan yang mendukung fungsi tubuh secara optimal. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#sistem pencernaan #detak jantung #metabolisme #Minum Air dingin