SOLOBALAPAN.COM - Film Mungkin Kita Perlu Waktu merupakan drama keluarga menyentuh karya sutradara Teddy Soeriaatmadja, yang juga menulis naskahnya sendiri.
Diproduksi oleh Adhya Pictures, Kathanika Films, dan Karuna Films, film ini menghadirkan kisah pilu yang sangat relevan tentang duka, kehilangan, dan bagaimana masing-masing anggota keluarga mencoba sembuh dengan cara mereka sendiri.
Cerita berpusat pada pasangan suami istri, Restu (diperankan Lukman Sardi) dan Kasih (diperankan Sha Ine Febriyanti), yang sedang menjalani masa paling gelap dalam hidup mereka.
Baca Juga: Review Film 'Pengepungan di Bukit Duri': Thriller Sosial yang Mencekam dan Mengguncang Emosi!
Anak sulung mereka, Sarah (Naura Hakim), telah meninggal dunia, meninggalkan duka yang mendalam di dalam rumah, terutama bagi Ombak (Bima Azriel), sang anak bungsu, yang diam-diam pernah mencoba mengakhiri hidupnya.
Dilanda kekosongan dan kesedihan yang tak kunjung reda, Restu dan Kasih memutuskan untuk pergi menunaikan ibadah umroh sebagai bentuk usaha mendekatkan diri pada Tuhan, sekaligus mencari ketenangan batin.
Namun perjalanan spiritual ini ternyata tidak serta-merta menyembuhkan luka mereka.
Restu, sebagai seorang ayah, merasa bertanggung jawab untuk kembali menyatukan keluarganya yang mulai retak.
Ia berusaha menunjukkan cinta dan kebersamaan lewat pendekatan yang hangat dan terbuka.
Di sisi lain, Kasih memilih jalan spiritual yang lebih ketat dan kaku, menjadikan agama sebagai pilar utama dalam setiap keputusan dan cara menanggapi penderitaan.
Pertentangan cara mereka menghadapi duka justru menciptakan jarak yang semakin lebar.
Alih-alih saling menguatkan, keduanya mulai merasa semakin terasing baik dari satu sama lain, maupun dari anak mereka, Ombak, yang masih menyimpan trauma besar dalam dirinya.
Film ini tidak hanya menyentuh isu-isu keluarga, tapi juga menyoroti pentingnya komunikasi, kehadiran emosional, dan bagaimana setiap orang berduka dengan cara berbeda.
Mungkin Kita Perlu Waktu adalah cermin bagi banyak keluarga yang pernah berada di ambang perpecahan, dan ajakan untuk memberikan ruang dan waktu untuk menyembuhkan luka.
Diperkuat akting memukau dari Lukman Sardi, Sha Ine Febriyanti, dan Bima Azriel, serta penampilan menyentuh dari Tissa Biani dan Asri Welas, film ini menjanjikan pengalaman emosional yang dalam dan reflektif bagi penontonnya.
Editor : Nindia Aprilia