SOLOBALAPAN.COM - Film animasi Jumbo garapan Visinema Studios menjadi kejutan hangat di bioskop Indonesia.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, film ini menyuguhkan kisah anak-anak era 2000-an dengan balutan fantasi, drama, dan nilai-nilai kehidupan yang menyentuh.
Cerita berpusat pada Don (Prince Poetiray), anak bertubuh besar yang akrab disapa “Jumbo” oleh teman-temannya bukan sebagai pujian, tapi ejekan yang menyakitkan.
Baca Juga: Review Jujur Film Qodrat 2: Ketika Horor dan Cinta Saling Berkaitan, Bikin Takut Tapi Juga Baper!
Don adalah potret anak-anak yang mengalami perundungan, kehilangan orang tua, dan berjuang untuk menemukan keberanian dari dalam dirinya sendiri.
Namun alur berubah ketika Don bertemu Meri (Quinn Salman), sesosok arwah gadis kecil yang meminta bantuan.
Makam keluarganya akan digusur demi proyek pembangunan, dan Meri ingin sekali disatukan kembali dengan orang tuanya.
Mereka pun membuat kesepakatan: Meri akan membantu Don membuat dongeng untuk lomba sekolah, dan Don berjanji membantu Meri mencari makam keluarganya.
Film ini membungkus tema kesedihan dan kehilangan dengan warna ceria dan tawa khas anak-anak.
Don, bersama dua sahabatnya, Mae dan Nurman, mengubah rasa takut jadi keberanian.
Perjalanan mereka menggabungkan unsur realitas masa kecil ketakutan di-bully, mimpi ingin tampil hebat, hingga rasa ingin menepati janji meski sulit.
Kelebihan film Jumbo:
- Visual animasi yang kuat, penuh warna dan imajinasi khas dunia anak-anak.
- Pengisi suara seperti Quinn Salman, Prince Poetiray, dan Angga Yunanda tampil apik dan emosional.
- Cerita padat makna dengan sentuhan lokal, nostalgia, dan pesan empati.
Kekurangan film Jumbo:
- Beberapa transisi adegan terasa cepat, terutama menjelang akhir cerita.
Baca Juga: Kuasa Hukum Balik Serang Pihak Baim Wong soal Tuduhan Penyakit Kritis Paula Verhoeven
- Karakter pendukung kurang tergali dalam jika dibandingkan karakter utama.
Namun secara keseluruhan, Jumbo berhasil menyampaikan pesan penting tentang penerimaan diri, persahabatan, dan makna kehilangan dalam bahasa yang sederhana namun menyentuh.
Tak hanya untuk anak-anak, film ini akan menyentuh hati penonton dewasa yang pernah merasakan masa kecil yang rapuh namun penuh harapan.
Editor : Nindia Aprilia