SOLOBALAPAN.COM - Setelah tiga minggu dinyatakan hilang dan dicari pihak keluarga, Sheila Amelia Cristanti (21), mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasadnya ditemukan pada Sabtu (12/4/2025) di jalur rawan kecelakaan Cemorosewu–Sarangan, Kabupaten Magetan.
Penemuan jasad perempuan itu sontak menghebohkan warga sekitar.
Jenazah Sheila ditemukan terjepit di bawah motor matic miliknya di dasar parit sempit sedalam 77 sentimeter.
Lokasi tepatnya berada di tikungan Tamansari, kawasan atas Lawu Green Forest (LGF), titik yang dikenal masyarakat sebagai jalur blackspot yang sering menelan korban jiwa.
Kapolsek Plaosan, AKP Joko Yuhono membenarkan penemuan tersebut.
Menurutnya, posisi jasad yang tidak terlihat dari permukaan jalan menjadi alasan mengapa korban baru ditemukan setelah tiga minggu.
“Korban berada di bawah motor di dalam parit, sehingga tidak terlihat dari luar. Saat ditemukan, sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelas AKP Joko dikutip dari Radar Madiun.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bekas jejak rem keluar jalur yang mengarah ke lokasi korban terjatuh.
Barang-barang milik korban seperti tas ransel kuning, jaket hijau, serta helm yang pecah ditemukan berserakan di sekitar lokasi.
Sheila diketahui merupakan warga Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Ia terakhir kali diketahui melakukan perjalanan mudik dari arah Klaten menuju Madiun pada 25 Maret 2025, usai mengikuti kelas terakhir di kampusnya di Yogyakarta.
Identifikasi dilakukan berdasarkan ciri-ciri fisik dan barang pribadi, termasuk behel gigi dan gelang hitam yang dikenakan korban.
Keluarga korban kemudian memastikan bahwa jasad tersebut benar adalah Sheila Amelia Cristanti, anak semata wayang mereka.
“Kalau dilihat dari kendaraan dan gelang, mirip dengan yang sempat dikabarkan hilang di medsos,” ujar saksi mata, Tsintainir Bain Ahmad Fauzan.
Proses pemeriksaan medis selesai dilakukan pada malam harinya sekitar pukul 23.30 WIB. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Madiun untuk dimakamkan.
Meski dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal, pihak kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Dugaan awal korban meninggal karena kecelakaan. Namun penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk memastikan tidak ada unsur lain,” pungkas AKP Joko.
Editor : Nindia Aprilia