SOLOBALAPAN.COM - Nama Valentinus Resa tengah jadi perbincangan hangat usai gaya penyampaian beritanya yang satir dan jenaka menuai kritik keras dari ormas Perisai Kebenaran Nasional.
Presenter Metro TV ini disorot karena membawakan berita dengan konsep yang dianggap tidak biasa dan bahkan dinilai merusak tatanan penyiaran nasional.
Melansir dari Linkedin, Valentinus Resa, atau akrab disapa Resa, merupakan presenter berdarah Jawa-Ambon yang lahir pada tahun 1986.
Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Melania III Jakarta, berlanjut ke SMP Kanisius, lalu menempuh pendidikan menengah atas di SMAN 68 Salemba.
Ketertarikannya pada dunia jurnalistik membawanya kuliah di IISIP Jakarta dengan jurusan Jurnalistik.
Sebagai presenter, Resa dikenal punya gaya membawakan berita yang out of the box.
Ia kerap memasukkan elemen satire dan humor dalam penyampaiannya, sesuatu yang dianggap segar dan berbeda oleh sebagian penonton, terutama generasi muda.
Namun sayangnya, tidak semua pihak menganggap pendekatan ini pantas di layar berita.
Polemik mencuat setelah cuplikan tayangan Resa tersebar di platform X (dulu Twitter) pada 5 April 2025.
Baca Juga: Setelah Hiatus 6 Bulan, Akhirnya Anime One Piece Kembali Tayang Hari Ini!
Dalam video berdurasi empat menit lebih yang diunggah akun @mdy_asmara1701, tampak perwakilan ormas Perisai Kebenaran Nasional menyampaikan somasi terhadap Metro TV dan mengkritik langsung gaya siaran Valentinus.
“Oleh karena host ini, kami minta tidak usah dilanjutkan apabila host ini diduga ada naratif-naratif dari produk yang bukan jurnalistik ini, harus kita perhatikan terus,” ujar perwakilan ormas dalam video tersebut.
Mereka menilai penyampaian berita dengan gaya santai dan satire justru berpotensi merusak nilai-nilai penyiaran nasional.
Bahkan, ormas tersebut menuduh adanya muatan politis dalam gaya penyampaian yang dibawakan Resa.
“Ingat, seperti apa media ini dan siapa pemiliknya, seperti apa politik saat ini, harus dilihat semua. Diduga host ini hendak menjatuhkan pikiran orang-orang berdasarkan canda-canda penyiaran yang tidak membangun,” lanjut mereka.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Metro TV maupun dari Valentinus Resa sendiri terkait somasi ini.
Namun kontroversi tersebut justru membuat nama Resa semakin ramai diperbincangkan di media sosial, baik yang mendukung maupun yang mengkritik gaya siarannya.
Dengan gaya khas yang memadukan jurnalistik, satire, dan nuansa budaya pop, Valentinus Resa telah membuka ruang diskusi baru tentang bagaimana berita disajikan di era digital.
Editor : Nindia Aprilia