Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bayu Skak Kembali dengan Komedi Lokal Penuh Satir! Ini Sinopsis Film 'Cocote Tonggo' yang Siap Bikin Ngakak dan Terenyuh!

Nindia Aprilia • Minggu, 6 April 2025 | 16:13 WIB

Sinopsis film
Sinopsis film

SOLOBALAPAN.COM - Setelah sukses dengan film-film berbahasa Jawa yang mengangkat budaya lokal, Bayu Skak kembali menyapa penggemarnya lewat film terbaru berjudul "Cocote Tonggo".

Film bergenre komedi-drama ini tidak hanya menyuguhkan tawa, tapi juga sindiran sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama tentang tekanan sosial dan ekspektasi tetangga.

Diproduksi oleh Skak Studios bekerja sama dengan Tobali Film, Cocote Tonggo disutradarai langsung oleh Bayu Skak dan ditulis oleh Nona Ica.

Baca Juga: Jadwal KA BIAS Madiun–Solo 7 April 2025, Cocok untuk Mudik Sambil Wisata ke Museum Temurun yang Estetik!

Film ini menghadirkan deretan aktor dan aktris ternama seperti Dennis Adishwara, Ayushita, Asri Welas, Furry Setya, hingga Yati Pesek dan Sundari Sukotjo.

Kental dengan nuansa Jawa dan gaya satir khas Bayu Skak, film ini siap menghibur sekaligus mengajak penonton merenung.

Dibalik unsur humor dan dialog keseharian, film ini mengangkat tema sensitif yang sering jadi obrolan masyarakat: soal kesuburan dan tekanan sosial bagi pasangan yang belum memiliki anak.

Baca Juga: Jadwal KRL Solo–Jogja 7 April 2025, Cocok untuk Libur Lebaran dan Wisata Seru ke Pantai Parangtritis!

Sinopsis ‘Cocote Tonggo’

“Cocote tonggo” dalam bahasa Jawa berarti “omongan tetangga”.

Dan memang, film ini berangkat dari keresahan akan komentar-komentar nyinyir tetangga yang kerap mengusik rumah tangga orang lain.

Cerita berpusat pada sepasang suami istri yang telah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak.

Mereka menjalankan usaha toko jamu kesuburan yang merupakan warisan turun-temurun keluarga.

Baca Juga: Rekomendasi Lagu Mudik Paling Populer di Lebaran 2025: Bikin Perjalanan Makin Syahdu dan Penuh Rindu!

Ironisnya, justru mereka sendiri yang belum memiliki keturunan—hal ini menjadi bahan gunjingan para tetangga.

Demi menyelamatkan reputasi toko jamu dan harga diri mereka di mata lingkungan, pasangan ini nekat berpura-pura hamil agar bisa mengklaim seorang bayi yang mereka temukan sebagai anak kandung.

Dari situlah rentetan kejadian lucu, haru, dan penuh satir bermula.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2025: Solo Balapan dan Bandara Adi Soemarmo Dipadati Pemudik!

Film ini bukan hanya menyoroti tekanan sosial, tetapi juga menyentil soal kemunafikan, tuntutan keluarga, dan pencitraan yang dipaksakan demi menjaga gengsi di hadapan publik.

Editor : Nindia Aprilia
#Cocote Tonggo #komedi #bayu skak #Sinopsis Film