Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Biar Nggak Tersiksa di Hari-H, Pemula Wajib Lakukan Persiapan Ini Sebelum Join Event Lari

Mannisa Elfira • Kamis, 3 April 2025 | 17:24 WIB
Event Lari di Solo.
Event Lari di Solo.

SOLO, SOLOBALAPAN.COM -- Bagi kalian yang baru memulai perjalanan lari, persiapan yang tepat sangat penting untuk menghindari cedera dan memaksimalkan manfaatnya.

Apalagi saat mengikuti event lari, melakukan persiapan yang matang dan tak sembarangan harus dilakukan demi hasil yang maksimal tanpa kendala.

Lantas, apa saja bekal yang perlu dipersiapkan bagi para pemula yang baru memasuki perjalanan lari pertamanya?

Captain Nona Runners Artha Listya kepada Jawa Pos Radar Solo (Solo Balapan Group) membagikan sejumlah tips bagi orang awam yang baru mengikuti agenda lari.

Hal yang tak kalah penting adalah mendaftar event race lari.

"Persiapannya yang jelas harus daftar race, jadi bisa mengetahui tanggal sekian agendanya," sebut Artha.

Saat sudah mengetahui tanggal race, lanjut Artha, pemula harus berlatih lari lebih konsisten.

Hal itu bisa dilakukan dengan mencoba membuat program jadwal latihan secara tepat. Persiapan ini bertujuan agar badan pelari tetap aman ketika menjalani race.

"Jadi kaki, badan tidak tersiksa. Lebih baik tersiksa saat latihan daripada kita nangis waktu race," sambung Artha.

Artha menjelaskan, latihan lari tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Minimal satu bulan sebelum race dimulai, pelari harus konsisten melakukan latihan lari.

"Kalau saya dan member Nona Runners, seminggu sebelumnya kami menjaga asupan makanan dan nutrisi yang masuk ke tubuh. Jadi konsumsi makanan yang baik, banyak proteinnya, cairan yang banyak supaya pas berlari tidak sampai dehidrasi. Goreng-gorengan dikurangi, secara umum saja. Jangan lupa serat yang bagus," jelasnya.

H-1 menjelang event lari, Artha menyarankan istirahat yang cukup.

Terkadang pemula bisa saja mengalami kondisi grogi atau demam panggung, yang mana mengakibatkan mata tak bisa terpejam. Alhasil, pelari malah kekurangan jam tidur.

"Jangan sampai kekurangan tidur. Apalagi di hari race kita harus banget bangun lebih pagi dibanding biasanya. Karena biasanya waktu race itu startnya habis subuh atau maksimal paling siang jam 6 pagi. Itu tidak boleh terlambat, jadi kita pelari tahu bahwa jamnya race itu on time. Misal start jam 6, ya mulainya jam 6," beber Artha.

Saat hari race, pemula juga disarankan agar berlari berdasarkan kemampuannya.

Artha mengungkapkan lebih baik kontrol emosi untuk tidak terlalu push di awal-awal lari.

"Karena kita kayak berlomba, jadi bisa juga ke-trigger untuk ikut cepet-cepet, lari kenceng sama seperti yang lainnya. Menurut saya, sebaiknya kita kontrol emosi untuk tidak terlalu nge-push di awal dengan lari yang kencang. Karena nanti malah justru capek banget," jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan adanya potensi keram atau beberapa hal lainnya yang tidak diinginkan.

Artha menganjurkan sebaiknya dimulai dengan lari perlahan, santai, sambil kenali badan dan diri sendiri.

Kalau sudah cukup oke, barulah pelari bisa menambah lagi kecepatannya.

"Misalnya masih ada tenaganya, bisa ditambah lagi. Ini justru lebih baik kalau kita bisa manage waktu seperti itu," tutur Artha. (nis/lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#event lari #tren #komunitas