SOLOBALAPAN.COM - Komunitas Motoran Cantik terus menunjukkan eksistensinya di dunia otomotif, khususnya di kalangan perempuan.
Bukan cuma soal riding, komunitas ini punya misi keren: memperkenalkan budaya dan wisata Kota Solo lewat motoran bareng.
Salah satu agendanya, Scooter Day Out, digelar bareng berbagai komunitas Vespa. Mereka menjelajah ikon-ikon Solo bersama figur publik Sintya Marisca pada Minggu, 26 Januari lalu.
Rutenya dimulai dari Manahan, melewati Flyover Purwosari, Balai Kota Solo, Keraton Kasunanan, Pasar Klewer, dan berakhir di sebuah kafe di Jalan Honggowongso.
Buat Motoran Cantik, ini bukan sekadar touring, tapi juga ajang berbagi cerita dan menambah jejaring sesama pecinta Vespa, khususnya perempuan.
Menurut Ardyana Maya, salah satu anggota Motoran Cantik, riding bareng Sintya Marisca memberikan pengalaman yang berbeda.
"Ini pertama kalinya kami riding bareng figur publik. Banyak pengalaman yang kami dapat, terutama dalam berbagi cerita tentang Vespa dan dunia riding," kata Maya.
Lebih dari sekadar kebersamaan, mereka ingin acara seperti ini bisa mendorong lebih banyak perempuan untuk berani menjajal dunia otomotif, terutama motor klasik.
Enggak cuma Vespa, motor klasik lainnya pun welcome untuk bergabung dengan komunitas yang baru berusia dua tahun ini.
"Banyak perempuan yang masih ragu untuk naik motor klasik. Harapannya, dengan adanya komunitas ini, semakin banyak perempuan yang tertarik bergabung dan merasakan serunya riding," jelasnya.
Motoran Cantik lahir dari inisiatif sederhana. Buat Dewi Sri Wahyuningsih Purnama, pendiri sekaligus ketua komunitas, awalnya cuma ingin mewadahi perempuan-perempuan Solo yang doyan motoran.
"Dulu awalnya cuma grup biasa, buat berbagi info dan ajakan ngopi bareng. Tapi lama-lama tumbuh rasa kebersamaan yang kuat. Akhirnya, kami putuskan untuk menjadikannya komunitas resmi," kata Sri.
Sekarang, Motoran Cantik nggak cuma aktif riding, tapi juga ikut mendukung berbagai event otomotif dan sosial di Solo.
Mereka sering hadir untuk support lewat partisipasi, beli merchandise, sampai ikut aksi sosial seperti donasi.
Bagi mereka, touring itu bukan cuma soal jalan-jalan naik motor, tapi juga cara seru buat ngenalin Solo ke teman-teman bikers dari luar kota.
Setiap ada komunitas Vespa cewek yang datang dari daerah lain, mereka diajak keliling Solo.
Mulai dari Keraton, Pasar Klewer, Kampung Batik, Wayang Orang Sriwedari, sampai kuliner legendaris.
Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua, Penuh Makna dan Haru di Momen Lebaran!
"Kami ingin menunjukkan bahwa Solo bukan cuma kota budaya, tapi juga punya komunitas otomotif perempuan yang solid. Kami ingin perempuan dari daerah lain tahu, kalau di Solo ada wadah buat mereka yang ingin riding tanpa batasan," beber Sri.
Saat ini, Motoran Cantik punya 23 anggota inti dan sudah merancang touring yang lebih besar.
"Kami sudah berencana untuk touring ke Gunung Kidul, bahkan ke Karimun Jawa. Tapi touring besar itu harus benar-benar dipersiapkan dengan matang," tambahnya.
Enggak cuma di Solo, Motoran Cantik juga aktif membangun jaringan dengan komunitas Vespa perempuan di seluruh Indonesia.
"Kami sudah punya kontak dari Sabang sampai Merauke. Jadi kalau ada perempuan yang ingin touring ke luar kota, mereka enggak perlu khawatir. Selalu ada tempat singgah dan jaringan sisterhood yang siap membantu," jelasnya.
Motoran Cantik ingin membuktikan bahwa dunia otomotif bukan cuma milik laki-laki.
Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, mereka terus menginspirasi perempuan lain buat berani berkendara, eksplorasi kota, dan tetap mencintai budaya.
"Ini bukan hanya tentang motor, tapi juga tentang kebersamaan, keberanian, dan solidaritas. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berdaya di jalanan, tanpa kehilangan identitas dan kecintaan pada budaya," tegas Sri. (zia)
Editor : Nindia Aprilia