SOLOBALAPAN.COM - Pantun "Ubur-Ubur Ikan Lele" masih merajai For You Page (FYP) TikTok dan terus digunakan dalam ribuan video kreatif.
Tak hanya sekadar tren, format pantun ini berhasil menarik perhatian banyak pengguna karena keunikannya.
Namun, mengapa pantun ini bisa FYP terus? Ternyata, ada beberapa trik yang membuat tren ini terus berlanjut!
1. Menggunakan Audio Viral
Banyak kreator yang menggunakan remix pantun 'Ubur-Ubur Ikan Lele' sebagai backsound, terutama versi DJ dan mashup lagu populer.
TikTok cenderung mendorong video dengan audio yang sering digunakan, sehingga peluang masuk FYP semakin besar.
2. Format Video Singkat dan Menarik
Algoritma TikTok lebih menyukai video dengan durasi pendek (7-15 detik) yang langsung to the point. Pantun ini cocok dengan format tersebut karena sederhana, lucu, dan mudah diingat.
3. Penggunaan Hashtag yang Tepat
Video pantun ini sering masuk FYP karena banyak kreator menggunakan hashtag yang sedang tren, seperti:
#UburUburIkanLele
#PantunViral
#FYP
#UburUburChallenge
#HumorTikTok
Dengan hashtag ini, video bisa menjangkau audiens lebih luas.
4. Mengundang Interaksi Netizen
Pantun "Ubur-Ubur Ikan Lele" seringkali dibuat dalam format teka-teki atau gombalan, sehingga banyak netizen tertarik untuk komen, like, dan share.
Semakin banyak interaksi, semakin besar kemungkinan video masuk FYP.
5. Mudah Ditiru dan Dipersonalisasi
Kelebihan pantun ini adalah siapapun bisa membuat versi mereka sendiri dengan menyesuaikan isi pantun sesuai tren atau pengalaman pribadi.
Format yang fleksibel membuatnya terus berkembang dan bertahan lama di TikTok.
6. Duet dan Stitch dengan Kreator Lain
Banyak TikTokers yang duet atau stitch video pantun ini untuk menambah humor atau reaksi unik. Cara ini bisa meningkatkan engagement dan memperbesar peluang masuk FYP.
Dengan kombinasi audio viral, format singkat, interaksi tinggi, dan tren yang mudah diikuti, tak heran jika pantun "Ubur-Ubur Ikan Lele" terus bertahan di FYP TikTok!
Editor : Nindia Aprilia